Petugas gabungan dari berbagai lembaga dikerahkan untuk memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Walat, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Sabtu.(2/9/23).

Petugas Dikerahkan Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Walat Sukabumi

"Usai memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Walat yang berada di Kampung Sindangresmi, RT04/RW02, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak pada Jumat, (1/9) malam. Hari ini atau Sabtu kebakaran hutan di Gunung Walat kembali terjadi hanya lokasi berbeda tepatnya di Kampung Baru, RT05/RW20, Kelurahan/Kecamatan Cibadak," kata Manager Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Sabtu.

Ia mengatakan hingga pukul 20.00 WIB api yang membakar hutan pendidikan yang merupakan tempat praktik lapang kehutanan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) semakin membesar dan meluas.(3/9/23).

Petugas gabungan yang berada di lokasi masih mencoba memadamkan api dengan alat sederhana karena untuk menuju ke titik api, mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk, sehingga penyemprotan air untuk memadamkan api urung dilakukan.

Untuk antisipasi api merambat hingga lahan dan permukiman warga, mobil pemadam kebakaran dari Pos IV Cibadak Damkar Kabupaten Sukabumi serta satu mobil tanki air Palang Merah Indonesia (PMI) disiagakan.

Kondisi hutan yang kering menyebabkan api dengan cepat merambat sehingga bisa menyebabkan terjadinya hal yang tidak diinginkan menimpa personel yang di lapangan, seperti terluka atau kekurangan oksigen.

"Diduga kebakaran hutan ini akibat adanya pembukaan lahan di sekitar kawasan hutan tersebut dengan cara membakarnya dan diduga ada percikan atau bara api yang tertiup angin dan menempel di ilalang mengakibatkan api dengan cepat membesar," katanya.

Daeng mengatakan luas hutan yang mengalami kebakaran di titik pertama yakni di Kampung Sindangresmi, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadka yang berbatasan dengan Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan mencapai 10 hektare.

Petugas gabungan yang dikerahkan berasal dari unsur TNI, Polri, BPDB, Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, serta PMI Kabupaten Sukabumi dan puluhan relawan dari berbagai komunitas.(***)