Breaking News
---

Keunikan Stadion Gelora Bung Tomo di Tengah Sawah

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) merupakan salah satu stadion yang akan dipakai dalam ajang Piala Dunia U-17. Stadion ini terbilang unik, lantaran berada di tengah area persawahan.

Keunikan Stadion Gelora Bung Tomo di Tengah Sawah
Keunikan Stadion Gelora Bung Tomo di Tengah Sawah

Pelatih Timnas Ekuador U-17 Diego Martinez mengaku sempat menanggap remeh Stadion GBT. Sebab, Martinez tidak menyangka Stadion GBT ternyata sangat megah. 

"Saya awalnya bingung melihat suasana stadion di sini. Beberapa area di sekitarnya tidak terlihat ada gedung-gedung untuk istirahat dan yang ada hanya area persawahan," kata Martinez seperti dikutip laman PSSI.

Namun, setelah melakukan inspeksi ke venue Martinez tidak menyangka bagian dalam stadion memiliki kualitas yang baik. Awalnya ia mengira kalau fasilitas di dalam stadion akan buruk. 

"Saya harus mengapresiasi mereka yang mempersiapkan stadion semegah ini. Terlebih di area persawahan," ujarnya.

Tidak hanya pelatih Ekuador, Pelatih Timnas Brasil U-17 Phelipe Leal pun terkejut dan memuji kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah. Hal itu setelah  Phelipe melakukan inspeksi ke stadion latihan dan venue pertandingan. 

"Ini sangat gila," ucap Phelipe. Ia nampak menggelengkan kepala saat melihat kemegahan stadion di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan stadion ini menunjukkan keseriusan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Apalagi, ia juga baru pertama kali datang ke Indonesia.

"Saya pikir mereka tidak punya persiapan yang matang untuk jadi tuan rumah. Tapi saya melihat kalau mereka punya keseriusan yang kuat," katanya.

Stadion GBT merupakan kandang Persebaya Surabaya. Stadion ini terletak di Benowo, Pakal, Surabaya.

Stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk yang mengesankan yaitu sekitar 46.806 penonton. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu stadion terbesar di Indonesia. 

Stadion ini juga dilengkapi dengan spesifikasi lain sesuai standar FIFA, yaitu rumput lapangan berjenis Zoysia Japonica.  Pengecekan pada tahun 2021 lalu juga menemukan bahwa penerangan Stadion GBT memenuhi standar FIFA, sebesar 2.400 lux.

Stadion GBT menyelesaikan pembangunannya sejak tahun 2008, hingga 2010. Pembangunan Stadion GBT menelan biaya hingga Rp500 miliar. 

Biaya fantastis tidak hanya dikeluarkan saat pembangunan. Stadion ini juga menggunakan uang hingga Rp100 miliar saat renovasinya pada tahun 2019-2020. (*)

Baca Juga:
Posting Komentar
Tutup Iklan