*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Air Kembali Naik di Karanglinggar, Warga Pengungsi Membutuhkan Toilet Umum

Ketinggian air meningkat membuat warga semakin sulit mendapatkan fasilitas toilet umum di lokasi banjir Desa Karangligar. Berdasarkan pantauan dari tim Komunitas Rescue Ambulance Karawang pada pukul 16.23 WIB kondisi banjir di Dusun Kampek saat ini setinggi 60 centimeter.
Foto : Air Kembali naik di Karangligar

Ketua Komunitas RAK, Fadhil Dermansyah menyampaikan warga di dusun ini pun telah banyak yang kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan rumah. Jika tidak terdapat hujan lagi, air akan surut kembali.

"Kemungkinan bila sekarang tidak turun hujan bsok atau lusa air sudah surut dan warga sudah bisa kembali ke rumah nya masing masing," ujarnya, pada hari, Senin, (8/1/24).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan warga yang terdapat di Dusun Pangasinan. Ketinggian air di Dusun ini masih mencapai 1,5 meter. Meski begitu sebagian warga di dusun tersebut telah ada yang kembali ke rumah masing-masing. Saat ini warga masih membutuhkan bantuan selimut dan makanan siap saji.

"Ketinggian air mencapai 1,5 meter warga masih di pengungsian, sebagian ada juga yang sudah kembali ke rumah. Untuk yg masih di butuhkan seperti makanan siap saji snek dan selimut," tambahnya.

Kepala Desa Karangligar, Ersim mengungkapkan air mengalami surut, namun pada Senin (8/1/24) pukul 04.00 air kembali naik akibat hujan yang turun kembali. Peningkatan air terjadi sebanyak 30 centimeter. Bupati Kabupaten Karawang telah melakukan pembangunan tanggul dari Cibeet ke Cidawolong.

"Kita kemarin sudah mulai surut, tapi tadi subuh air mulai naik lagi sekitar 30 centimeter. Kita sudah koordinasi dengan bupati kemarin untuk pemasangan tanggul dari Cibeet ke Cidawolong," ungkapnya.

Kepala bidang perlindungan dan jaminan sosial Dinas Sosial, Asep Ahmad Saepuloh memaparkan di lokasi banjir saat ini warga mengalami kekurangan toilet umum. Adanya bantuan berupa 3 toilet portabel dari Kementrian Sosial dapat membantu warga dalam mendapatkan fasilitas toilet umum. Tidak hanya toilet portabel saja, kementrian juga memberikan 50 lembar kasur kepada warga di lokasi.

"Dinas sosial dengan Tagana menyiapkan pembuatan nasi di dapur umum di Karangligar, satu hari kita menyiapkan 50 kilogram nasi. Di Karangligar ada bantuan dari Kemensos berupa 3 toilet portabel dan 50 lembar kasur. Kalau untuk bantuan toilet portabel baru diberikan tahun ini. Kita juga sudah memberikan bantuan selimut dan makanan siap saji ke lokasi," pungkasnya.(*)

Komentar0