GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==

Oknum Ponpes di Kota Bandung, Diduga Lakukan Pemukulan

Aksi kekerasan diduga terjadi di salah satu pondok pesantren Kota Bandung. Seorang santri diduga dipukul oleh oknum di Pondok Pesantren Ilyaasiyyah Cibiru Kota Bandung.

Oknum Ponpes di Kota Bandung, Diduga Lakukan Pemukulan

Dalam curhatan di akun instagram @vrisya_ladyana, seorang ibu menceritakan sakit hatinya ketika mengetahui anak lelakinya pulang dengan luka lebam dan berceceran darah.

“Ya Allah kak.. Padahal baru baikan setelah sakit seminggu lebih di rawat di rumah karena ada pembengkakan kelenjar di leher. Balik pesantren malah kena pukulan dari orang yang jelas di situ bukan sebagai santri cuma sebatas keponakan pemilik pesantren. Sakit hati liat nya anak baru aja sembuh dari sakit nya,”tulis akun instagram @vrisya_ladyana, Senin (22/1/2024).

Vrisya_ladyana pun menulis kronolgis kejadian yang menimpa anaknya tersebut. Disebutkan peristiwa terjadi sekitar pukul 12.00 WIB Senin, (22/1/2024). Saat itu korban tengah tertidur dan kemudian dibangunkan oleh seseorang yang kemudian diketahui sebagai keponakan pemilik pondok pesantren, yang meminta agar korban menyerahkan hpnya. Namun korban yang tidak membawa hp, namun terus dipaksa dan akhirnya diduga terjadi pemukulan, hingga korban mencucurkan darah dari hidung.

“Kejadian jam 12.00 WIB malam, dibangunin di minta hp. Posisi lagi tidur dang a main hp. Udah dijawab ga bawa hp, tapi maksa suruh kasihin hp. Gimana mau ngasihin hp,s edangkan hpnya di rumah disimpan,”tulis @vrisya_ladyana.

Setelah mendapat pukulan, korban kemudian kabur meninggalkan pesantren. Dengan berjalan kaki sendirian sekira pukul 01.00 WIB dini hari, korban pun tiba di rumahnya.

“Yang bikin bunda tambah sedih lagi kenapa udah sampe rumah ga mau ketok pintu atau gerbang, malah diem di mushola terus akhirnya manjat gerbang tidur di depan pintu. Di tanya kenapa ga bangunin bunda, jawab nya, takut bunda kebangun bunda masih tidur,”tulis@vrisya_ladyana.

Sementara ketika dihubungi, pihak pondok pesantren belum memberikan pernyataan atas peristiwa dugaan pemukuluan tersebut (*)

Komentar0