*GfOoTUz6TpM6Tfr9TUYpTpC6BY==*

Terdampak Bencana Banjir, Warga Desa Karangligar Mendapatkan Truma Healing dari Sederet Polwan Cantik Polres Karawang

Salah satu anggota Polsek Pakisjaya, Karawang, Jabar Bripka Asep Eka Sujatnika untuk memastikan situasi di wilayah kerjanya aman kondusif, Ia melaksanakan patroli dan monitor cek ketinggian debit air sungai Citarum di Kecamatan Pakisjaya, Senin (08/01/24).

Foto : Anggota Polwan sedang HT di Karangligar

Langkah yang ditempuhnya bukan tak beralas, pasalnya sejumlah anggota Polres Karawang sedang berjibaku membantu warga terdampak banjir di Desa Karangligar, bukan hanya bantuan materi disalurkan melainkan penguatan mental untuk anak-anak dan warga korban dijalani para Srikandi yang cantik Polres Karawang.

Kasat Binmas Polres Karawang saat dikonpirmasi membenarkan tentang personil Polres Karawang (Polwan,red) sedang mengajak dan menghibur warga korban banjir di Desa Karangligar.

Untuk pelakasanannya tidak hanya dari Binmas dan Samapta namun semua unsur fungsi bagian dan satuan dari Polres Karawang bekerja sama mulai Karangligar hingga hilir Pakisjaya, (pantuan atau monitoring banjir).
Foto: Bantuan Makanan dan susu untuk korban banjir

Saat ini ada belasan Polwan dari Binmas dan Samapta yang sedang menjalankan kegiatan truma healing (HT) dan PFA (psychlogical firts Aid), terang Kasat Binmas AKP Iis Puspitaningsih saat dikonpirmasi via whatshapp.

Ia menjelaskan, kegaiatan HT dan PFA oleh Polwan Polres Karawang merupakan salah satu kegiatan yang banyak dilakukan Polwan saat berada di lokasi bencana. HT suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu. Polres melalui para Polwan ingin mewujudkannya dengan cara memberikan hiburan kepada warga setempat, khususnya anak-anak agar trauma pasca bencana bisa terobati, dan mereka tidak takut lagi untuk beraktivitas secara normal. “Kami ingin mengembalikan keceriaan anak-anak setelah dilanda banjir. Dengan demikian, harapannya, mereka melupakan banjir yang telah terjadi belum lama ini serta melakukan antisipasi”, ujar AKP Iis Puspitaningsih.

HT dan PFA pada warga yang merasakan masa sulit akibat tertimpa bencana perlu untuk dilakukan. Ini karena mereka cenderung akan dihantui rasa cemas yang berlebihan apabila bencana tersebut datang kembali.  HT dan PFA dapat menjadi langkah rehabilitasi yang tepat bagi para korban bencana untuk bisa menyembuhkan diri dari tragedi memilukan pasca bencana. Peran trauma healing adalah mampu mengalihkan pikiran buruk terhadap bencana agar warga tidak berlarut-larut dalam kesedihan serta bisa mengambil hikmahnya.Dalam prosedurnya, mereka akan diajak melakukan kegiatan yang menyenangkan sehingga bisa melupakan trauma terhadap bencana. Kegiatan HT adalah tugas Polwan lebih ke arah psikoedukasi dan melakukan HT untuk anak-anak, remaja atau masyarakat yang terdampak banjir atau gempa, pungkas Iis Puspitaningsih.

Foto : Bripka Asep Monitoring ketinggian air di Pakisjaya

Kembali ke wilayah Pakisjaya, Kapolsek Ipda Nana Atmaja sebutkan untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah kerjanya, siap  mengotimalkan segala program termasuk meneladani program CAKEP.

"Kami siap mengamankan situasi di siang dan malam hari. Hal itu kami lakukan supaya situasi dan kondisi berlangsung aman kondusif," tegas Kapolsek Pakisjaya.

Nana Atmaja juga mengakui telah mengarahkan anggotanya, Bripka Asep Eka Sujatnika untuk melaksanakan tugas Kepung Karawang serta patroli presisi karang terpadu, demi memaksimalkan kondusifitas di wilayah termasuk mengcek ketinggian debit air sungai Citarum di Kecamatan Pakisjaya. "Patroli terus ditingkatkan secara mobile untuk memonitoring", tandasnya.

"Kepolisian akan terus berupaya menjaga dan memelihara Harkamtibmas sampai kapan pun, demi kenyamanan dan ketenangan lingkungan, hingga kehadiran polisi terasa oleh masyarakat," pungkas Nana Atmaja Mengakhiri keteranganya. (*)

Komentar0