Memasuki Ramadan, sebagian umat Muslim di Indonesia terutama jemaah Muhammadiyah mulai menjalani makan sahur perdana, Senin (11/3/2024) dini hari. Para jemaah juga sudah mulai salat tarawih pada malam harinya dan menjaga harmoni dalam perbedaan.

Sahur Perdana Jemaah Muhammadiyah, Harmoni dalam Perbedaan

"Senang sekali, memang agak susah ngebangunin anak-anak. Tadi santapannya juga seadanya," kata Maimunah warga Sarolangun Jambi menceritakan pengalaman sahur perdananya. 

Mai panggilan ibu tujuh anak ini mengatakan, kepada anak-anaknya sudah mengajari pemahaman jika sahur adalah suatu kesunnahan. "Alhamdulillah, anak-anak kami sudah paham kalau sahur adalah anjuran yang harus dijalani," ucap Mai.

Menyantap sahur, katanya, juga bukan hanya sunnah, lebih dari itu tentu menjadi bekal untuk menjalankan puasa seharian. "Tentu sekaligus untuk meningkatkan stamina saat berpuasa," ujarnya.

Ayda warga lainnya mengatakan, sahur pertama terasa begitu nikmat. Meski masih berat membuka mata bagun dini hari, ia sangat bersemangat.

"Tadi bangun jam tiga, langsung nyari makanan ke luar. Alhamdulillah sudah banyak yang jual menu sahur," ucapnya.

Ia percaya jika nyantap sahur selain memiliki keberkahan juga memiliki segudang manfaat. "Keberkahan tentu berlaku dalam hal-hal duniawi seperti menjaga kesehatan dan kekuatan tubuh untuk memudahkan berpuasa," ujarnya.

Di lain sisi, meski ada perbedaan jadwal berpuasa, dirinya tetap menghormati. "Yang terpenting kita saling hormat-menghormati, yang sekarang benar, dan yang besok juga benar, yang nggak benar yang nggak puasa," ujar Ayda. (*)