Breaking News
---

KSP Minta Waspadai Kenaikan Harga Bawang Putih Akibat Dolar

Kantor Staf Presiden (KSP) meminta masyarakat mewaspadai kenaikan harga bawang putih di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Pasalnya, pengadaan komoditas tersebut di Indonesia sepenuhnya masih bergantung pada produk impor.

KSP: Waspadai Kenaikan Harga Bawang Putih Akibat Dolar

Demikian disampaikan Deputi III KSP Bidang Perekonomian, Edy Priyono, Rabu (3/7/2024). "Karena bawang putih ini hampir semuanya diimpor, kemungkinan akan sangat terdampak oleh penguatan dolar,"

Menurut Edy, kenaikan harga bawang putih akibat melonjaknya dolar AS tidak bisa dihindari. Namun, diaa mengingatkan jangan sampai faktor-faktor lainnya ikut mempengaruhi kenaikan harga.

Misalnya realisasi importasi bawang putih yang saat ini masih rendah. Edy pun mendorong perusahaan-perusahaan pemegang perizinan impor bawang putih segera meningkatkan importasinya.

"Sudah harganya tinggi karena pelemahan rupiah, jangan sampai kemudian diperparah dengan rendahnya realisasi impor," katanya. Saat ini, harga rata-rata nasional bawang putih sudah menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

Bahkan, lanjut Edy, harga di beberapa daerah ada yang sudah mencapai Rp60 ribu per kilogram. Misalnya di Maluku Utara, di mana harga bawang putih per kilo mencapai Rp62.500.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan antarbank Rabu (3/7/2024) pagi menguat 16 poin atau 0,10 persen. Yaitu dari Rp16.396 menjadi Rp16.380 per dolar AS.(*)

Baca Juga:
Posting Komentar
Tutup Iklan