Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Ini Sejarah dan Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadan

Sidang isbat adalah proses resmi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menetapkan awal bulan Ramadan dan Syawal. Berikut penjelasan sejarah dan tahapan sidang isbat untuk menentukan awal Ramadan.
Foto ilustrasi sidang Isbat

Sejarah Sidang IsbatK

Mengutip buku Mengapa Umat Islam Tertingga? karya Muhammad Najib, sidang Isbat mulai dilaksanakan pada tahun 950-an. Sidang ini diadakan setiap tanggal 29 Sya’ban dan melibatkan ulama, ahli falak, serta perwakilan organisasi Islam sebelum diumumkan kepada masyarakat.

Melansir laman Kemenag, penetapan Ramadan, Idulfitri, dan Iduladha semakin terstruktur melalui Keputusan Menteri Agama Nomor 47 Tahun 1963. Peraturan ini menetapkan penentuan hari raya harus dilakukan lewat Sidang Isbat yang dipimpin oleh Menteri Agama.

Pada tahun 1972, Kementerian Agama membentuk Badan Hisab dan Rukyah (BHR). Badan ini mengikuti perkembangan metode penetapan awal bulan hijriyah, termasuk penggunaan teknologi terbaru.

Tahapan Sidang Isbat Awal Ramadan

1. Pemaparan Posisi Hilal Berdasarkan Perhitungan Astronomi

Tahap pertama dilakukan dengan menjelaskan posisi hilal menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi. Berdasarkan hisab, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025 sekitar pukul 07.44 WIB.

Pada hari yang sama, hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk. Ketinggiannya berkisar antara 3° 5,91' hingga 4° 40,96', dengan sudut elongasi 4° 47,03' hingga 6° 24,14'.

Data tersebut menunjukkan indikasi kuat bahwa hilal berpotensi terlihat. Namun, keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan oleh Menteri Agama.

2. Verifikasi Hasil Rukyatul Hilal

Data hisab yang diperoleh akan dikonfirmasi melalui pemantauan hilal atau rukyatul hilal. Hasil verifikasi ini nantinya akan dipaparkan dalam sidang isbat kepada seluruh peserta.

Selain itu, verifikasi rukyatul hilal akan dilakukan di berbagai lokasi pemantauan di seluruh Indonesia. Hasil pengamatan ini menjadi pertimbangan dalam penetapan awal Ramadan.

3. Musyawarah dan Pengambilan Keputusan

Setelah pemaparan kedua data tersebut, seluruh peserta sidang akan melakukan musyawarah. Pembahasan ini bertujuan menentukan awal Ramadan 1446 H/2025 M.

Keputusan final akan diumumkan kepada masyarakat setelah musyawarah selesai. Dengan demikian, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa secara serentak.(*)

Hide Ads Show Ads