Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Penjelasan Tarhib Ramadan, Simak Pula 11 Amalan Ini

Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Dengan terlewatnya Nisfu Syaban, makan bulan Ramadan semakin dekat.

Foto ilustrasi: Dua orang sedang dalam mesjid

Oleh karena itu, banyak umat Islam sudah mempersiapkan diri untuk tarhib Ramadan. Dikutip dari buku Risalah Ramadan karya Furqon Al-Kalam, Tarhib Ramadan adalah cara menyambut bulan suci dengan penuh sukacita.

Adapun terdapat sejumlah amalan yang sebaiknya dilakukan untuk menyambut Ramadan dengan penuh keberkahan. Tarhib Ramadan merujuk pada susunan atau urutan amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan. 

Simak 11 amalan yang dianjurkan untuk dilakukan selama bulan Ramadan sebagai bagian dari tartib Ramadan:

1. Merayakan Kedatangan Ramadan dengan Sukacita

Menyambut Ramadan dengan kegembiraan merupakan wujud rasa syukur atas kesempatan yang Allah berikan. Ibadah puasa dengan keikhlasan dan meningkatkan amal baik di bulan suci adalah anugerah yang harus disyukuri.

"Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, menghapuskan dosa, dan mengabulkan doa. Dia menyaksikan perlombaan kalian di bulan ini dan membanggakan kalian di hadapan para malaikat-Nya. Oleh karena itu, perlihatkanlah kepada-Nya kebaikan pada diri kalian, karena sesungguhnya orang yang celaka itu ialah orang yang tidak mendapatkan rahmat pada bulan ini." (HR Yahya, 2009: 15)

2. Melunasi Utang Puasa 

Bagi yang memiliki puasa tertunda, terutama wanita haid, sebaiknya segera mengganti sebelum Ramadan datang. Dengan melunasi utang puasa, kita dapat menyambut Ramadhan dengan hati tenang dan lebih fokus beribadah.

"Kami pernah dalam keadaan haid di masa Rasulullah SAW masih hidup, maka beliau menyuruh kami untuk mengqadha puasa yang tertinggal dan tidak disuruh untuk mengqadha sholat." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Meningkatkan doa

Memperbanyak doa selama Ramadan sebagai bentuk pengharapan dan permohonan kepada Allah. Dianjurkan berdoa sebelum Ramadan untuk mendapatkan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam beribadah.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma baarik lanaa fii rajaba wa syabaana wa ballighnaa ramadhaan.

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan." (HR Ahmad dan An-Nasa'i)

4. Menjalankan Puasa Sunnah

Memperbanyak puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis, untuk memperkuat iman sebelum Ramadan. Puasa di bulan Syaban membiasakan tubuh dan pikiran untuk menjalani puasa penuh di bulan Ramadan. 

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa secara penuh dalam satu bulan selain di bulan Ramadhan, dan aku juga tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak daripada di bulan Syaban." (HR Bukhari dan Muslim)

5. Istighfar dan Evaluasi Diri 

Memperbanyak istighfar dan muhasabah untuk mengevaluasi diri serta memperbaiki kualitas ibadah. Dengan introspeksi diri, kita dapat menyadari kekurangan dan kesalahan yang perlu diperbaiki.

6. Pola Hidup Sehat

Menjaga kesehatan fisik dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidur teratur dan makan tepat waktu. Dengan demikian, kita dapat beribadah dengan penuh fokus dan tidak terganggu oleh kondisi fisik. 

7. Meningkatkan Pemahaman Agama

Menambah ilmu agama dengan mempelajari Al-Qur'an, hadis, dan tafsir untuk memperdalam wawasan spiritual. Memperdalam pemahaman tentang wahyu Allah juga meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

8. Menyisihkan Uang Sedekah dan Zakat Fitrah

Menyisihkan rezeki untuk zakat dan sedekah sebelum Ramadhan adalah langkah bijak, mengingat bulan ini adalah bulan berbagi. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (QS At-Taubah: 103)

9. Meningkatkan Kualitas Ibadah

Menetapkan target untuk memperbaiki kualitas ibadah, seperti memperdalam khusyuk dalam shalat dan dzikir. Rencana yang teratur membantu kita menjalani Ramadan dengan lebih optimal dan penuh berkah.

10. Niat yang Lurus untuk Allah

Meningkatkan keikhlasan dalam beribadah, dengan niat yang hanya untuk mendapatkan ridha Allah semata. Melakukan ibadah dengan ikhlas membuat setiap amal lebih ringan dan penuh dengan keberkahan.

11. Menjadikan Ibadah Sebagai Prioritas

Membiasakan diri untuk menjadikan ibadah harian sebagai prioritas utama dalam aktivitas sehari-hari. Dengan latihan ini, ibadah Ramadan akan lebih mudah dijalani dan dapat dilakukan dengan istiqomah.(*)


Hide Ads Show Ads