Raksasa Otomotif Nissan Bakal Tutup Banyak Pabrik, Ini Alasannya!
Jepang : Produsen mobil asal Jepang, Nissan, saat ini tengah mengevaluasi sejumlah langkah strategis dalam upaya restrukturisasi global, termasuk berencana akan melakukan penutupan beberapa fasilitas produksi di Jepang dan luar negeri.(18/5/25).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing jangka panjang di tengah tantangan industri otomotif global.
Sebagai bagian dari evaluasi tersebut, Nissan mempertimbangkan untuk menghentikan operasional pabrik Oppama dan pabrik Shonan yang dikelola oleh Nissan Shatai di Jepang. Jika keputusan ini diambil, maka jumlah pabrik perakitan kendaraan Nissan di Jepang akan berkurang menjadi tiga.
Sedangkan di luar negeri, salah satu sumber menyebut Nissan juga sedang mengkaji kelanjutan operasional beberapa fasilitas produksi di Afrika Selatan, India, dan Argentina.
Sementara di Meksiko, perusahaan mempertimbangkan konsolidasi dengan kemungkinan pengurangan jumlah pabrik, termasuk integrasi produksi truk pikap Frontier dan Navara ke satu pusat produksi di pabrik Civac.
Sebelumnya, Nissan telah mengumumkan pada Selasa, 15 Mei 2025, terkait rencana pemangkasan biaya yang mencakup pengurangan tenaga kerja global sekitar 15 persen serta pengurangan jumlah pabrik dari 17 menjadi 10 di seluruh dunia.
Dalam pernyataan resminya, Nissan menyampaikan bahwa laporan mengenai penutupan fasilitas produksi saat ini masih bersifat spekulatif.
“Laporan mengenai kemungkinan penutupan fasilitas tertentu tidak didasarkan pada informasi resmi perusahaan,” kata Nissan dalam pernyataan tersebut
“Kami tetap berkomitmen menjaga transparansi dengan seluruh pemangku kepentingan dan akan menyampaikan pembaruan secara resmi apabila ada keputusan yang telah diambil," sambungnya.
Adapun restrukturisasi ini dipimpin oleh CEO Nissan yang baru, Ivan Espinosa, sebagai bagian dari visi strategis perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis, mengoptimalkan jaringan produksi, serta menyesuaikan struktur perusahaan dengan dinamika pasar global.
Pada tahun 2024, Nissan mencatatkan penjualan sekitar 3,3 juta unit kendaraan secara global, mengalami penurunan 42 persen dibandingkan tahun fiskal 2017. Kondisi ini menjadi latar belakang utama dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap strategi dan operasi bisnis.
Nissan tetap berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan menyediakan produk serta layanan yang unggul bagi pelanggan di seluruh dunia.(*)
