Pramono Anung Melayat Jenazah Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob
Jakarta : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Affan Kurniawan (20), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas dalam insiden unjuk rasa menolak kenaikan tunjangan DPR. Affan tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam (28/8).
Kehadiran Pramono di rumah duka di Jalan Lasem, Menteng, Jakarta Pusat, menjadi sorotan publik. Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya, Pramono tampak mendoakan jenazah Affan yang telah ditutupi kain. Di sampingnya, keluarga dan kerabat korban juga ikut memanjatkan doa.
Saat melayat, Pramono Anung menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulangnya saudara kita, Affan Kurniawan Bin Zulkifli,” ucap Pramono kepada keluarga korban, Jumat (29/8).
Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan bantuan penuh kepada keluarga almarhum. Bantuan tersebut mencakup seluruh proses mulai dari pemulasaraan hingga pemakaman jenazah.
“Insya Allah kami hadir memberi perlindungan dan support kepada keluarga yang ditinggalkan,” kata Pramono. Ia memastikan bahwa semua biaya yang timbul tidak akan membebani keluarga korban. “Kami berkomitmen untuk membantu sepenuhnya agar keluarga tidak terbebani,” tambahnya.
Janji Bantuan Medis dan Imbauan untuk Jakarta Kondusif
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan menanggung penuh biaya perawatan bagi 38 orang yang terluka akibat unjuk rasa. Korban luka saat ini dirawat di berbagai rumah sakit, di antaranya RSCM, RS Pelni, RS Bhakti Mulia, dan beberapa lainnya.
“Pemprov DKI Jakarta menanggung penuh biaya perawatan bagi seluruh pasien tanpa terkecuali. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan kesehatan terbaik tanpa khawatir soal biaya,” tegas Pramono.
Di akhir kunjungannya, Pramono Anung mengimbau seluruh pihak untuk menjaga situasi ibu kota agar tetap aman dan kondusif. “Kami berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian dengan cara yang damai. Jakarta adalah rumah kita bersama, dan kita harus menjaganya agar tetap harmonis dan tertib,” pungkasnya.
Pramono Anung juga menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi tetap terkendali dan hak-hak masyarakat terlindungi.(*)
