Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Aceh Darurat Banjir, Belasan Ribu Warga Terdampak

Aceh : Provinsi Aceh menghadapi krisis bencana hidrometeorologi yang meluas, dengan banjir dan tanah longsor melanda sedikitnya 12 kabupaten dan kota dalam periode delapan hari. 
Aceh Darurat Banjir, Belasan Ribu Warga Terdampak

Bencana yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan angin kencang ini telah menyebabkan dua korban jiwa dan memaksa lebih dari seribu orang mengungsi.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa antara 18 November 2025 hingga 26 November 2025, sedikitnya 14.235 Kepala Keluarga (KK) atau 46.893 jiwa terdampak musibah ini. 

Data terkini menunjukkan bahwa 455 KK, atau 1.497 jiwa, terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Plt Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan pada Laman Resmi BPBA Aceh , mengonfirmasi skala dampak bencana.

 "Musibah ini membuat 14.235 KK atau 46.893 jiwa terdampak dan 1.497 jiwa dari 455 KK mengungsi," ujarnya dikutip Kamis (27/11/2025)

Fadmi menambahkan, kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus, angin kencang, dan kondisi geologi wilayah yang labil.

Korban Jiwa dan Status Darurat

Laporan dari Aceh Utara menyebutkan dua korban meninggal dunia. Salah satunya adalah M Afdalil (27), yang terseret arus banjir saat melintasi jalan persawahan di Kecamatan Tanah Jambo Aye. 

Korban lainnya, Muzammil (30), meninggal akibat tersengat listrik saat berupaya menyelamatkan ternak ayam di tengah banjir yang melanda rumahnya di Kecamatan Matangkuli.

Menyikapi eskalasi bencana, sepuluh daerah telah secara resmi menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.
Aceh Darurat Banjir, Belasan Ribu Warga Terdampak

 Daerah-daerah tersebut meliputi Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kota Langsa, Aceh Timur, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Selatan. Penetapan status ini, menurut Fadmi Ridwan, dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini di wilayah mereka.

Dampak Material dan Peringatan Pemerintah

Banjir ini tidak hanya berdampak pada ribuan rumah tangga, tetapi juga menyebabkan kerusakan infrastruktur signifikan. 

Di Kabupaten Bireuen, sebuah gedung asrama putra Pondok Pesantren Dayah Najmul Hidayah Al Aziziyah di Samalanga ambruk ke sungai. 

Pembina Dayah, Teungku Adli Abdullah, memastikan tidak ada korban jiwa. "Alhamdulillah tidak ada korban, karena santri sudah diungsikan dari semalam ke masjid pesantren," jelasnya. 

Selain itu, jalur lintas utama yang menghubungkan Kabupaten Bireuen ke Takengon (Aceh Tengah) dilaporkan putus total.

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, Pemerintah Aceh sebelumnya telah menerima instruksi kesiapsiagaan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui surat Nomor 300.2.8/9333/SJ tanggal 18 November 2025.

Pemerintah daerah diinstruksikan untuk segera mengambil langkah-langkah darurat, termasuk:

• Mengaktifkan posko siaga darurat BPBD.

• Melakukan evakuasi masyarakat dan menyiapkan logistik darurat.

• Mengaktifkan layanan kesehatan darurat.

• Melakukan kaji cepat (penilaian cepat) dan menetapkan status tanggap darurat di daerah terdampak.

BPBA terus mengintensifkan koordinasi dengan BPBD di seluruh wilayah, memastikan penanganan darurat berjalan optimal. 

Masyarakat diimbau untuk mematuhi langkah mitigasi sederhana, seperti membersihkan saluran air dan menjauhi area lereng saat hujan. 

BPBA juga menggarisbawahi pentingnya pemantauan informasi cuaca terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BPBD setempat untuk mengurangi risiko bencana (*)

Hide Ads Show Ads