Rupiah Diperkirakan Konsolidasi dengan Kecenderungan Menguat
Jakarta: Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan awal pekan ini. Setelah akhir pekan kemarin berhasil menguat atau naik 0,13 persen (21 poin) menjadi Rp16.707 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah hari ini dibuka turun 0,11 persen atau 19 poin ke level Rp16.726 per dolar AS. Rupiah melemah karena tekanan dolar AS yang menguat ke level 99.
Namun Analis Pasar Uang, Lukman Leong memperkirakan rupiah akan berbalik menguat. "Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas," kata Analis Pasar Uang, Lukman Leong, Senin (17/11/2025).
Kecenderungan menguatnya rupiah, menurut Lukman, didukung oleh pulihnya sentimen di pasar. Tetapi ada potensi tertekan oleh pernyataan hawkish dari beberapa pejabat the Fed.
"Investor juga cenderung wait and see mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur BI (RDG BI) hari Rabu lusa," ucap Lukman. Dalam RDG, BI akan menyampaikan asesmen nya terkait kondisi ekonomi dan keuangan global maupun domestik, serta kebijakan suku bunga.
Selain itu, tambah Lukman, pelaku pasar juga menantikan rilis neraca transaksi berjalan triwulan III-2025 Indonesia pekan ini. Ia memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp16.650-Rp16.750 per dolar AS.
Sementara itu, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto mengatakan, ekspektasi suku bunga mempengaruhi indeks dolar AS. "Indeks dolar relatif stabil di level 99 karena dampak dari penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed," ujarnya.
Harga emas yang dalam dua hari terkoreksi dan ditutup pada USD4.168,7 juga mempengaruhi pergerakan dolar AS. Di sisi lain, kata Rully, minat investor di Surat Berharga Negara (SBN) masih cukup terjaga
"Dengan Credit Default Swap (CDS) lima tahun Indonesia masih stabil pada level 74,95. Meski angkanya naik dalam dua hari terakhir, ucap Rully menutup analisisnya.(*)
