Hari Ini IHSG Bergerak Fluktuatif dengan Kecenderungan Menguat
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak fluktuatif di awal perdagangan hari ini. IHSG dibuka naik ke level 8.656,65 namun beberapa saat kemudian turun ke zona merah.
Pada penutupan perdagangan Senin kemarin, IHSG naik 0,42 persen atau 36 poin ke level 8.645,84. Penguatan IHSG ditopang oleh rilis data Bank Indonesia mengenai jumlah uang beredar bulan November 2025
Jumlah uang beredar tercatat sebesar Rp9.891,6 triliun, secara tahunan tumbuh sebesar 8,3 persen. Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan Oktober 2025 sebesar 7,7 persen.
Meski di awal perdagangan IHSG bergerak melemah, IHSG berpeluang berbalik menguat. “IHSG diperkirakan akan menguat (bullish) hari ini, level support di 8.560 dan level resistansi di 8.750,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia dalam analisisnya, Selasa (23/12/2025).
Menurut Tim Phillip, indeks saham di Asia pagi ini dibuka cenderung menguat, mengikuti pergerakan indeks saham Wall Street. Bursa saham di AS ditutup menguat pada Senin, dengan kenaikan selama tiga hari berturut-turut.
Pada saat yang sama, pelaku pasar masih berharap akan pemangkasan suku bunga the Fed bulan Januari 2026. “Menyusul data inflasi umum di AS yang menurun dan data tenaga kerja yang kurang memuaskan,” ucap Tim Phillip.
Pasar kini sedang menunggu rilis perhitungan awal Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk triwulan III 2025. Data ini akan menunjukkan kondisi kesehatan ekonomi AS.
PDB AS pada triwulan III diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara kuartalan. Pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan PDB Triwulan II yang tumbuh sebesar 3,8 persen.
“Banyak pakar ekonomi mengingatkan ekonomi AS akan berbentuk ‘K’, dimana rumah tangga berpenghasilan tinggi masih berbelanja. Sedangkan konsumen berpenghasilan rendah kesulitan mempertahankan daya belinya,” ujar Tim Philiip Sekuritas menutup analisisnya.(*)


