Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Negeri Kanguru Memanas, Puluhan Ribu Warga Tuntut PM Australia Mundur

Sydney: Puluhan ribu warga Australia menandatangani sebuah petisi yang menuntut Perdana Menteri Anthony Albanese mengundurkan diri. Desakan itu muncul menyusul serangan teror di Bondi Beach yang menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.(23/12/25).
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese (Foto: X - Anthony Albanese)

Serangan tersebut secara khusus menargetkan komunitas Yahudi di Sydney dan memicu kemarahan serta kekecewaan publik terhadap pemerintah. Petisi yang dibuat di platform Change.org itu telah ditandatangani lebih dari 67.000 orang dan menyerukan evaluasi terhadap kepemimpinan nasional.

Dalam petisi tersebut, penembakan massal di Bondi disebut sebagai tragedi yang mengejutkan. Peristiwa itu dinilai menunjukkan perlunya tindakan mendesak untuk melindungi masyarakat Australia, dilansir dari Sky News Australia, Selasa (23/12/2025).

Para penandatangan menilai Anthony Albanese menjabat dengan janji membawa Australia menuju masa depan yang lebih aman. Namun, banyak warga merasa janji tersebut tidak terpenuhi.

Petisi itersebut menuduh Anthony Albanese gagal menangani kekerasan senjata secara efektif. Selain itu, ia dinilai tidak sejalan dengan pandangan publik terkait kebijakan migrasi massal yang diklaim ditentang oleh sebagian besar warga.

Petisi tersebut menekankan bahwa Australia adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi suara rakyat. Karena itu, kepemimpinan dinilai harus mencerminkan kehendak dan kekhawatiran masyarakat.

Jika tidak, perubahan kepemimpinan dianggap perlu dilakukan demi membuka jalan bagi arah baru pemerintahan. Petisi tersebut juga menuntut pemerintahan yang lebih bertanggung jawab dengan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Kebijakan terkait pengendalian senjata dan imigrasi diminta lebih jelas, disusun melalui konsultasi publik yang transparan serta perdebatan terbuka. Tekanan publik ini semakin menguat dengan kritik dari sejumlah tokoh terkenal yang menilai respons pemerintah terhadap tragedi itu lemah.(*)

Hide Ads Show Ads