Banjir Melanda Karawang, Warga Mulia Diserang Penyakit Kulit " Gatal-Gatal"
Karawang : Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang, kasus gangguan kesehatan warga terdampak mulai meningkat. Dari enam desa yang masuk wilayah pantauan, kasus terbanyak tercatat di Desa Karangligar.(22/1/26).
Kepala Puskesmas Wanakerta, drg. Veronica Maulana, MKM, mengatakan enam desa terdampak banjir tersebut meliputi Desa Karangligar, Parungsari, Mekarmulya, Mulyajaya, Wanakerta, dan Wanasari.
“Dari enam desa tersebut, jumlah kunjungan dan keluhan kesehatan paling banyak berasal dari Desa Karangligar,” ujar Veronica.
Berdasarkan data pelayanan kesehatan di pos kesehatan banjir, tercatat sebanyak 549 kunjungan warga yang mendapatkan layanan medis. Dari jumlah tersebut, 546 orang merupakan usia di atas lima tahun, sementara tiga orang berusia di bawah lima tahun.
Jenis penyakit yang paling dominan dialami warga terdampak banjir adalah gatal-gatal atau dermatitis dengan total 141 kasus. Selain itu, keluhan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) juga cukup tinggi dengan 55 kasus.
“Keluhan terbanyak memang dermatitis atau gatal-gatal, kemudian disusul ISPA seperti batuk dan pilek,” jelasnya.
Keluhan lain yang juga banyak ditemukan yakni sakit kepala sebanyak 69 kasus, hipertensi 71 kasus, serta myalgia atau nyeri otot sebanyak 55 kasus. Sementara itu, kasus gastritis tercatat sebanyak 16 kasus, sakit mata 11 kasus, dan diabetes melitus sebanyak 7 kasus.
Selain penyakit tersebut, petugas kesehatan juga mencatat adanya 116 kasus keluhan lainnya, serta dua kasus luka ringan akibat aktivitas warga selama banjir. Untuk penyakit menular berbahaya seperti demam berdarah, chikungunya, leptospirosis, hingga Covid-19, tidak ditemukan kasus.
Veronica menegaskan, hingga saat ini seluruh pasien masih dapat ditangani secara rawat jalan dan belum ada yang memerlukan rujukan ke rumah sakit.
“Sejauh ini belum ada pasien yang dirujuk. Semua masih bisa ditangani di pos kesehatan karena keluhannya tergolong umum,” katanya.
Tingginya jumlah kunjungan di Desa Karangligar, lanjutnya, dipengaruhi oleh kondisi pengungsian yang masih tersebar dan belum terpusat. Banyak warga mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat maupun kontrakan.
“Untuk Karangligar, warga datang langsung ke pos kesehatan dan hampir tidak berhenti dari pagi sampai siang. Sementara desa lain kami layani dengan puskesmas keliling,” ungkapnya.
Ia mengimbau warga untuk menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan air banjir, serta segera memeriksakan diri ke pos kesehatan apabila mengalami keluhan, guna mencegah penyakit pascabanjir semakin meluas.(*)
