Bencana Banjir, Kabupaten Banjar Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Banjar: Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi ratusan satuan pendidikan yang terdampak banjir. Kebijakan ini diambil untuk menjamin keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik akibat sekolah terendam.
Kepala Disdik Kabupaten Banjar Liana Penny mengatakan, berdasarkan data sementara, sebanyak 210 satuan pendidikan terdampak banjir. Jumlah tersebut terdiri atas 116 sekolah dasar (SD) dan 20 sekolah menengah pertama (SMP).
Lalu, 74 pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM). “Banjir berdampak langsung pada lingkungan sekolah," ujar Liana di Martapura, Minggu (4/1/2026).
![]() |
| Salah satu sekolah yang terendam banjir di Kabupaten Banjar yang terendam banjir di Kabupaten Banjar (Foto: Pemkab Banjar) |
Sebanyak 41 sekolah terdampak di area halaman. Sementara 169 sekolah lainnya tergenang air hingga ke ruang kelas sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Ia menegaskan, keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, satuan pendidikan yang terdampak banjir sementara waktu mengalihkan proses belajar mengajar ke PJJ.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Nomor 400.3.6.1/007/Disdik/2026. Surat ini mengacu pada ketentuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI terkait penyelenggaraan pembelajaran pada satuan pendidikan terdampak bencana.
Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa pelaksanaan PJJ dilakukan secara fleksibel dan adaptif. Hal ini sesuai dengan kondisi peserta didik dan masing-masing satuan pendidikan.
Proses pembelajaran dapat dilaksanakan melalui berbagai media daring maupun luring. Seperti WhatsApp, Google Classroom, hingga modul belajar mandiri.
Selain itu, sekolah diminta melakukan penyesuaian kurikulum dengan memprioritaskan materi esensial, memberikan dukungan psikososial kepada peserta didik. Serta menyampaikan edukasi terkait kesehatan, keselamatan, dan mitigasi bencana.
Sementara itu, satuan pendidikan yang berada di wilayah tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) seperti biasa. Disdik Kabupaten Banjar juga akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pengawas pembina serta pihak terkait.
“Pembelajaran tatap muka akan kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan normal. Kami berharap dukungan orang tua dan seluruh pihak agar proses belajar anak-anak tetap berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi darurat,” kata Liana.(*)


