Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Cirebon Menjadi Simpul Utama Pergerakan Wisata dan Ekonomi

Jakarta: Kota Cirebon menjadi titik penting pergerakan masyarakat di Pulau Jawa selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru. Posisi strategisnya di pertemuan jalur utara dan selatan memfasilitasi mobilitas lintas wilayah yang sangat tinggi ini.

Stasiun Cirebon (Foto: KAI)

Vice President Corporate Communication Kereta Api Indonesia (KAI) Anne Purba menyebut perjalanan mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat. Kepadatan layanan kereta api yang melayani pelanggan di Stasiun Cirebon dan Prujakan membuktikan tren peningkatan tersebut.

“Cirebon memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta. Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (4/1/2026).

Jumlah pelanggan kumulatif sejak akhir tahun lalu hingga hari Minggu tercatat mencapai 274.400 penumpang. Petugas lapangan mencatat adanya pergerakan harian yang melibatkan 9.423 pelanggan naik serta 7.444 pelanggan turun di wilayah ini.

Stasiun Cirebon menjadi titik terpadat dengan melayani total seratus ribu lebih pelanggan selama periode libur panjang akhir tahun. Stasiun Cirebon Prujakan turut berkontribusi signifikan sebagai pintu masuk dan keluar utama bagi puluhan ribu pengguna jasa kereta.

Wilayah operasional ini juga mencatat peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang menggunakan jasa kereta api jarak jauh sepanjang tahun. Data statistik tahunan memperlihatkan kenaikan jumlah penumpang asing tersebut dibandingkan dengan total pencapaian pada periode satu tahun sebelumnya.

“Arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal. Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah,” kata Anne.

Tingginya mobilitas masyarakat tersebut berjalan seiring dengan capaian penjualan tiket kereta api di wilayah Daerah Operasi 3 Cirebon. Petugas mencatat total tiket terjual mencapai angka 81.244 lembar atau setara 108 persen dari ketersediaan tempat duduk.

“Konektivitas yang terbangun melalui layanan kereta api menjadikan perjalanan antarwilayah lebih efisien dan nyaman. Cirebon menjadi contoh bagaimana simpul transportasi berperan dalam menjaga kelancaran mobilitas sekaligus mendukung pariwisata dan ekonomi lokal,” ucap Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji.(*)

Hide Ads Show Ads