Hari Ini IHSG Dibuka Merah, BEI Berlakukan Pembekuan Sementara Perdagangan
Jakarta : Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memberlakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di BEI. Trading halt dilakukan pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Perdagangan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. "Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen," tulis BEI dalam surat pemberitahuan, Kamis 29 Januari 2026.
The Fed Pertahankan Suku Bunga per Januari 2026
Disebutkan dalam surat tersebut, BEI melakukan 'trading halt' dalam rangka menjaga perdagangan saham. "Supaya perdagangan saham senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan peraturan yang berlaku," tulis BEI.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka di level 8.027,82 dan bergerak di zona merah. Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin, IHSG turun 7,35 persen atau 659,67 ke level 8.320,55.
IHSG rontok menyusul kebijakan MSCI membekukan sementara proses rebalancing indeks untuk saham-saham di Indonesia. Kebijakan itu menyebabkan aksi jual saham yang menyebabkan aliran keluar modal asing mencapai Rp6,12 triliun.
BNI Sekuritas mencatat, saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBRI, TLKM dan ANTM. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman sudah mengimbau pelaku pasar untuk tidak panik merespons kebijakan MSCI.
BEI, SRO dan OJK, tambah Iman, akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengatasi situasi yang terjadi. "Saya minta pasar tetap tenang, karena apa yang disampaikan MSCI belum akhir dari situasi yang terburuk," ucap Iman.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga mengatakan, pasar hanya syok atas pengumuman MSCI. "Jangan takut, IHSG akan kembali naik karena fundamental ekonomi kita baik," kata Menkeu Purbaya.
Sementara itu, BNI Sekuritas memperkirakan IHSG masih akan melemah hari ini. "IHSG berpotensi masih melanjutkan pelemahan hari ini, efek dari pengumuman MSCI kemarin," ucap Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman.
Target koreksi IHSG di kisaran level 8.050-8.100. "Kalau kuat di area tersebut, IHSG berpotensi rebound kembali," ujar Fanny.(*)
