Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Investasi Hilirisasi 2025 Tembus Rp584,1 Triliun

Jakarta:;Sektor pengolahan komoditas domestik menyumbang 30 persen dari total realisasi investasi nasional.

Investasi Hilirisasi 2025 Tembus Rp584,1 Triliun

Indonesia mencatatkan lonjakan signifikan dalam realisasi investasi sektor hilirisasi sepanjang tahun 2025. 

Berdasarkan data terbaru badan Komunikasi pemerintahan RI (Bakom RI) , total penanaman modal di sektor ini mencapai Rp584,1 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 43,3 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Angka tersebut merefleksikan pergeseran struktural ekonomi Indonesia yang kini lebih berfokus pada peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri, alih-alih mengekspor bahan mentah ke pasar global.

Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi

Kontribusi hilirisasi terhadap postur investasi nasional kini berada di angka 30,2 persen dari total realisasi investasi tahun 2025 yang menyentuh Rp1.931,2 triliun. 

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan pilar utama dalam menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi di tengah fluktuasi harga komoditas dunia.

Dengan mengolah sumber daya secara domestik, Indonesia tidak hanya mengamankan rantai pasok industri, tetapi juga memperkuat posisi tawar dalam perdagangan internasional melalui produk-produk olahan yang bernilai tinggi.

Dampak Luas pada Lapangan Kerja

Selain aspek finansial, masifnya pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) serta pusat industri manufaktur berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. 

Sepanjang tahun 2025, total realisasi investasi nasional telah menciptakan sedikitnya 2,7 juta lapangan kerja baru bagi masyarakat.

Angka penyerapan tenaga kerja tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,4 persen dibandingkan tahun 2024. 

Hal ini menandakan bahwa arus modal yang masuk ke Indonesia saat ini bersifat padat karya dan mampu menggerakkan ekonomi riil secara lebih inklusif.

Perspektif Kebijakan

Para analis menilai keberhasilan ini merupakan hasil dari konsistensi regulasi terkait larangan ekspor mineral mentah yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

"Transformasi ini memastikan bahwa kekayaan alam kita memberikan manfaat maksimal bagi ekonomi domestik melalui penciptaan nilai tambah dan pembukaan peluang kerja yang lebih luas," sebagaimana dikutip dari laporan evaluasi investasi tahunan pemerintah (Bakom RI).

Dengan capaian di atas 40 persen dalam satu tahun, sektor hilirisasi diprediksi akan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama Indonesia untuk mencapai target ekonomi jangka panjang pada dekade mendatang.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads