Jelang Ramadan, Gubernur Jatim Genjot Gerakan Pasar Murah
Gresik; Ratusan warga, mayoritas ibu rumah tangga, memadati lokasi pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Antrean panjang terlihat sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut membagikan beras dan telur secara gratis kepada warga. Selain bantuan gratis, masyarakat juga memanfaatkan pasar murah untuk membeli berbagai bahan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, daging ayam, dan gula.
Pasar murah ini digelar sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk meredam potensi lonjakan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan. Meski Ramadan diperkirakan baru jatuh pada pertengahan Februari, intervensi pasar dilakukan lebih awal guna memastikan ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga di pasaran.
“Pasar murah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama di tengah fluktuasi harga pangan di awal tahun,” ujar Khofifah.
Menurut Khofifah, kegiatan pasar murah telah dilaksanakan di berbagai daerah di Jawa Timur dan menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya saat kebutuhan rumah tangga meningkat.
“Melalui pasar murah ini, kami ingin memastikan masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga kestabilan harga di pasaran,” tambahnya.
Ia menjelaskan, secara umum ketersediaan bahan pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman. Namun, keterjangkauan harga tetap menjadi perhatian utama pemerintah agar tidak membebani masyarakat.
Sejumlah komoditas menjadi incaran warga, terutama telur ayam dan beras. Telur ayam dijual seharga Rp22 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar yang mencapai sekitar Rp28 ribu per kilogram. Sementara beras dijual Rp55 ribu per sak, lebih rendah dibandingkan harga eceran di pasaran yang mencapai Rp70 ribu per sak.
Pelaksanaan pasar murah difokuskan hingga tingkat kelurahan dan desa agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.
Khusus di Kabupaten Gresik, hingga saat ini pasar murah telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali, terdiri dari delapan kali pada tahun 2025 dan satu kali pada awal tahun 2026.
Salah seorang warga, Muji, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut, mengingat harga kebutuhan pokok di pasaran mulai mengalami kenaikan.
“Sangat terbantu karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar Muji.
Konsistensi pelaksanaan pasar murah ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.(*L

