Kabupaten Tangerang Longsor, Tangsel Kebakaran
Tangerang: Bencana longsor melanda Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Sebanyak lima rumah rusak dan 28 jiwa terpaksa mengungsi.
![]() |
| Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tangsel berjibaku memadamkan amukan si jago merah tepat disebelah Pusat Pemerintahan Kota Tangsel, Rabu (7/1/2026) (Foto: RRI/Saadatuddaraen) |
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menjelaskan longsor terjadi karena kondisi tanah yang labil dan tidak stabil sehingga memicu pergerakan tanah di kawasan permukiman warga. Akibatnya, lima rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
"Ada lima rumah mengalami kerusakan dibagian belakang bangunan dan satu rusak parah. Hal itu karena tergerus pergerakan tanah," ujar Taufik, Rabu (7/01/2026).
Menurut Taufik, kelima rumah tersebut berada diarea rawan longsor yang berada didekat kontur tanah miring. Pergerakan tanah terjadi secara perlahan sebelum akhirnya menyebabkan dinding dan bagian belakang bangunan ambrol.
Akibat kejadian ini, sambung Taufik, sebanyak 28 jiwa penghuni rumah terdampak harus dievakuasi. Untuk sementara waktu, para korban memilih mengungsi ke rumah sanak saudara yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.
"BPBD Kabupaten Tangerang juga mencatat, kerugian material akibat longsor tersebut ditaksir mencapai Rp400 juta. Kerusakan meliputi struktur bangunan rumah, perabotan warga, serta kondisi tanah di sekitar permukiman yang masih berpotensi bergerak," kata Taufik.
Sebagai langkah penanganan awal, BPBD bersama unsur terkait terus melakukan monitoring di lokasi kejadian. Pendataan dampak bencana masih dilakukan guna memastikan tidak ada korban lain serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.
Terpisah, Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel, Omay Komarudin mengatakan tumpukan sampah di Kampung Maruga, Ciputat kebakaran. Asap putih membumbung tinggi persis diseberang area kantor Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel.
"Tiga unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi kejadian. Saat tengah malam tadi kobaran api sudah dapat dipadamkan," ujarnya.
Ia mengaku berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk mengirim alat berat. Eskavator difungsikan untuk mengangkat material dibawah urukan sampah yang terbakar.
Ketua RW setempat, Saidi Sukirno menyatakan dilokasi lahan kosong itu terdapat urukan puing-puing beserta sampah kayu dan bambu yang sengaja dibuang oleh warga. Setibanya dilokasi kobaran api sudah tinggi.
Ia mencoba menyemprot menggunakan alat pemadam api ringan, tetapi kobaran api tetap menyala. Sejumlah warga sempat ditanyai olehnya, namun tidak ada yang mengaku melihat siapa yang sengaja membakar lokasi tersebut.(*)


