Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Legislator Jabar Terjun Langsung, Banjir di Karawang Kembali Naik, Desa Kalangligar Jadi Wilayah Terparah

Karawang: Banjir kembali melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah ini sejak Kamis, 22 Januari 2026 malam hingga Jumat, 23 Januari 2026 hari ini.
Banjir di Karawang Kembali Naik, Desa Kalangligar Jadi Wilayah Terparah

Genangan tidak hanya merendam pemukiman warga di sepuluh kecamatan, tetapi juga memutus akses jalan desa di Desa Kalangligar, Kecamatan Telukjambe Barat.

Desa Kalangligar tercatat sebagai wilayah dengan dampak banjir terparah. Dalam setahun, banjir di desa ini dapat terjadi hingga 15 sampai 20 kali.

Banjir di Karawang Kembali Naik, Desa Kalangligar Jadi Wilayah Terparah

Banjir merendam ratusan rumah dengan ketinggian bervariasi, sementara beberapa jalan desa tidak dapat dilalui sehingga aktivitas warga terganggu. Beberapa wilayah yang sebelumnya sempat surut, kembali terendam akibat naiknya ketinggian air.

Banjir di Karawang Kembali Naik, Desa Kalangligar Jadi Wilayah Terparah

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Sri Rahayu, yang meninjau langsung lokasi banjir, menyebut Desa Kalangligar sebagai wilayah langganan banjir.

Menurutnya, berbagai kajian dan riset telah dilakukan, namun solusi penanganan banjir yang menyeluruh belum terealisasi.

“Desa Kalangligar memang langganan banjir. Rumah-rumah warga sudah dilengkapi rumah panggung, tapi banjir kali ini tetap tinggi. Ini menunjukkan kita perlu penanganan yang lebih komprehensif, bukan hanya adaptasi,” ujar Sri Rahayu.

Banjir di Karawang Kembali Naik, Desa Kalangligar Jadi Wilayah Terparah

Sebagai upaya adaptasi, pembangunan rumah panggung mulai diterapkan di Dusun Kampek. Sebanyak 24 unit rumah panggung dibangun melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun, banjir kali ini masih tergolong parah.

Rumah panggung dengan ketinggian dua setengah meter masih terendam air setinggi setengah meter, menunjukkan ketinggian banjir mencapai sekitar tiga meter.

Sri Rahayu menekankan, penanganan banjir tidak cukup hanya melalui pembangunan rumah panggung. Perbaikan pintu air, sistem drainase, serta infrastruktur pengendali banjir lainnya perlu segera dilakukan.

“Penanganan banjir harus melibatkan pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat secara terpadu. Kita harus segera mengambil langkah nyata agar warga lebih aman dan kegiatan ekonomi tidak terganggu,” tambahnya.

Selain meninjau kondisi wilayah terdampak, kunjungan Sri Rahayu juga diisi dengan penyaluran bantuan bagi warga yang terdampak banjir.(*)

Hide Ads Show Ads