Menkeu Optimistis BI Mampu Jaga Stabilitas Rupiah
Jakarta :;Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dapat menjaga nilai tukar rupiah. Penegasan itu menyikapi nilai tukar rupiah yang semakin mendekati level Rp17.000.
“Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik. Tidak ada masalah lagi,” kata Purbaya usai bertemu Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026.
Ia mengatakan, urusan stabilitas fiskal merupakan kewenangan dari BI. Untuk itu, ia percaya BI akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya percaya Bank Indonesia akan mengambil langkah tepat. Tentu langkah tepat ini untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ucapnya, tegas.
Adapun pertemuan dengan Menteri Prasetyo juga dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo dan sejumlah anggota DPR RI. Purbaya mengatakan, pertemuan ini hanya diskusi dibarengi sarapan pagi meski juga membahas soal stabilisasi fiskal.
“Kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian. Gubernur BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar,” katanya.
Ia memastikan, tidak ada arahan khusus dari Mensesneg. “Tidak ada arahan, ini konsolidasi agar sering ketemu,” ucapnya.
Sementara itu, Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI), Mervin Goklas membeberkan penyebab rupiah melemah. Pertama adanya penurunan investasi asing (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia.
Penyebab menurunnya investasi karena iklim Indonesia yang belum kondusif dan belum meyakinkan investor. ”Investasi menurun karena geopolitik, adanya penurunan investasi berujung kepada melemahnya rupiah,” kata Mervin.
Penyebab lain adalah defisit yang tinggi 2,92 persen atau mendekati batas maksimal dalam undang-undang yakni 3 persen. Selain itu, penerimaan pajak juga mengalami penurunan dan berkontribusi kepada inflasi.
Untuk itu, ia meminta pemerintah memberikan tekanan ke BI agar fokus inflasi dan stablitas nilai tukar. “Pastikan bank sentral independen, hati-hati dengan manuver politik,” ucapnya.(*)
