Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Pasar Antisipasi Kebjiakan MSCI, IHSG Ditutup Turun

Jakarta:  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melemah dalam penutupan perdagangan akhir pekan ini. Dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terpantau turun 0,46 persen atau 41 poin ke level 8.951.

Seorang awak media melintas di depan papan elektronik berisi informasi IHSG di Main Hall Bursa Efek Indonesia

Sehingga sudah dua hari, IHSG meninggalkan level 9.000. “Pelemahan IHSG ini antara lain dipicu oleh antisipasi penerapan metodologi MSCI untuk penghitungan free-float saham-saham Indonesia,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas, Jumat, 23 Januari 2026.

Metodologi yang akan diterapkan MSCI dikhawatirkan akan berdampak pada tekanan jual oleh investor asing. Terutama terhadap saham-saham yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau konglomerasi. 

“Namun beberapa saham ditutup ‘rebound’ atau menguat, sehingga pelemahan IHSG berkurang,” kata Tim Phintraco. Hari ini sebanyak 495 saham harganya turun, 191 saham harganya naik, dan 118 saham stagnan.

Saham sektor kesehatan naik paling tinggi sebesar 0,64 persen, saham sektor transportasi turun paling dalam. Indeks LQ45 berisi saham unggulan juga melemah, didominasi saham AMMN, BRPT, GOTO, CPIN dan PGEO.

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 64,15 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 3,31 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp32,04 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp16.273,63 triliun.

Sementara itu Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan Rupiah. Untuk bank umum tingkat bunganya di level 3,5 persen. 

Untuk BPR, TBP nya di level 6 persen dan TBP simpanan valas bank umum di level 2 persen. Tingkat bunga ini berlaku mulai 1 Februari 2026 sampai dengan 31 Mei 2026.

Sementara itu, mayoritas indeks bursa Asia ditutup menguat. Penguatan dipengaruhi keputusan Bank of Japan mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 0,75 persen.

“Keputusan itu diambil menjelang pemilu sela pada 8 Februari 2026 mendatang. HSBC memperkirakan Bank of Japan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 bps di Juli 2026,” ujar Tim Phintraco.

Namun jika Yen Jepang berlanjut melemah, kemungkinan akan ada lebih banyak kenaikan suku bunga dengan waktu yang lebih cepat. Pada saat yang sama, Bank of Japan juga merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang.

 Proyeksi pertumbuhan ekonomi Jepang naik menjadi 0,9 persen untuk tahun fiskal 2025. Sedangkan untuk tahun 2026 proyeksinya naik 1 persen dari proyeksi sebelumnya masing-masing sebesar 0,7 persen.(*)

Hide Ads Show Ads