Singkirkan Pegula, Kostyuk Tantang Sabalenka di Final Brisbane
Brisbane: Marta Kostyuk membuat kejutan dengan menyingkirkan Jessica Pegula pada semifinal Brisbane International di Pat Rafter Arena, Sabtu (10/1/2026). Kostyuk menang 6-0, 6-3 untuk memastikan tempat di partai final dan menantang petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka.
Hasil ini menjadi kemenangan ketiga beruntun Kostyuk atas petenis sepuluh besar di Brisbane. Ia mengalahkan Amanda Anisimova di babak 16 besar, sebelum menaklukkan Mirra Andreeva di perempat final.
Kostyuk tampil impresif dan mendominasi jalannya pertandingan. Petenis peringkat 26 dunia itu membuat Pegula kesulitan mengembangkan permainan sejak awal laga.
“Saya memulai pertandingan dengan luar biasa. Saya senang mampu bertahan hingga poin terakhir,” ujar petenis asal Ukraina itu usai laga.
Kostyuk mengakui keunggulan besar tetap menghadirkan tekanan tersendiri. Saat kedudukan 6-0, 3-0, ia sempat khawatir Pegula akan bangkit dan melakukan perlawanan untuk mengejar ketertinggalan.
“Saya memperkirakan akan terjadi perlawanan. Saya memperkirakan dia akan bangkit, dan saya tegang sampai poin terakhir,” ujar Kotsyuk.
Namun, petenis berusia 23 tahun itu mampu menyelesaikan pertandingan dua set langsung untuk melangkah ke putaran terakhir. Ini akan menjadi final WTA pertamanya sejak kalah dari Elena Rybakina di Stuttgart pada April 2024.
Selanjutnya, Kotsyuk akan menantang Sabalenka di partai puncak. Sabalenka melaju ke final usai meraih kemenangan 6-3, 6-4 atas Karolina Muchova.
Petenis Belarus itu mencatat sembilan ace dan menyelamatkan seluruh break point. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tiga kekalahan beruntunnya dari Muchova.
“Saya senang hari ini saya bermain fokus sejak awal. Saya menampilkan permainan tenis yang sangat baik, memberi tekanan besar, dan menang dua set langsung,” ujar Sabalenka.
Laga final yang digelar di Pat Rafter Arena Minggu (11/1/2026) sore waktu setempat akan menjadi pertemuan kelima keduanya. Sabalenka memenangkan empat pertemuan sebelumnya, namun tren positif Kostyuk atas petenis papan atas dapat menjadi ancaman tersendiri.(*)


