Spanyol Harapkan Basarnas Perpanjang Pencarian Pelatih Valencia FC
Manggarai Barat: Kedutaan Besar (Kedubes) Spanyol untuk Indonesia mengharapkan, Basarnas RI memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah. Karena sampai hari ketujuh pencarian korban, pelatih Valencia CF, Martin Carreras Fernando, bersama dua anaknya belum ditemukan.(2/1/26)
Pernyataan tegas itu, diungkapkan langsung oleh Duta Besar Spanyol untuk Indonesia, Bernardo de Sicart Escoda. Pihak Spanyol terus menyoroti, tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT.
“Saya ingin meminta (Tim SAR Basarnas) melanjutkan upaya pencarian sampai jenazah ditemukan. Kerja Tim SAR akan memberikan harapan besar agar seluruh korban segera ditemukan," kata Bernardo melalui surat resmi kepada Basarnas, dikutip Jumat (2/1/2026).
Di satu sisi, Bernardo mengapresiasi, langkah cepat otoritas Indonesia dalam penanganan insiden tersebut. Ia menyampaikan, terima kasih atas penyelamatan sejumlah warga Spanyol.
"Serta ditemukannya satu jenazah korban. Satu korban itu merupakan anak perempuan dari Martin Carreras Fernando," ucap Bernardo.
Merespons surat tersebut, Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi internal. Evaluasi itu, dilakukan untuk menentukan kelanjutan operasi SAR sesuai dengan prosedur dan kondisi di lapangan.
“Iya, tadi kita sudah evaluasi, kami istirahat dulu ya. Setelah masa istirahat, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian korban," kata Fathur dalam pernyataanya kepada wartawan, NTT, Kamis (1/1/2025) malam.
Basarnas, kata Fathur, memutuskan operasi pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan. “Proses pencarian akan kami lanjutkan selama tiga hari ke depan dan dilanjutkan Jumat (2/1/2025) sesuai rencana operasi,” ujar Fathur.
Diketahui, kapal wisata semi pinisi KM Putri Sakinah tenggelam pada 26 Desember 2025. Kapal wisata itu, mengangkut 11 orang di perairan Pulau Padar.
Para penumpang terdiri atas enam wisatawan asal Spanyol, satu pemandu wisata, serta empat anak buah kapal termasuk nakhoda. Pada hari kejadian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi tujuh orang dalam kondisi selamat.
Mereka terdiri atas empat ABK termasuk nakhoda, dua warga Spanyol, dan satu pemandu wisata. Sebanyak empat warga Spanyol dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.
Tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia pada 29 Desember 2025. Sementara tiga korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.
Dalam operasi SAR, tim gabungan telah memperluas area pencarian hingga 30 nautical mile ke arah utara. Dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari lokasi kejadian.
Selain penyisiran permukaan, penyelaman juga dilakukan dengan melibatkan tim penyelam profesional. Serta peralatan pendukung seperti sonar system dan seabob.(*)
