Hari ini
Cuaca 0oC
Headline News :

Speed Boat Tenggelam di Perairan Pulau Parit, Karimun

Tanjungpinang: Kapal speed boat fiber Asna Jaya tenggelam di perairan Pulau Parit, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Rabu (31/12/2025). 

Tim SAR gabungan menangani kecelakaan kapal speed boat fiber yang tenggelam di perairan Pulau Parit, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (31/12/2025) (Foto: Humas SAR Tanjungpinang)

Kapal ini bermuatan sayuran yang berlayar dari Batam menuju Pekanbaru, Provinsi Riau.(1/1/25)

Kapal tersebut dilaporkan tenggelam sekitar pukul 08.40 WIB setelah diduga menabrak karang. Speed boat ini mengangkut empat orang penumpang.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan pun bergerak cepat menangani kecelakaan kapal speed boat fiber Asna Jaya. Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan informasi awal kejadian diterima dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tanjung Balai Karimun.

“Informasi awal kejadian kapal tenggelam ini diterima dari anggota Tagana Kabupaten Tanjung Balai Karimun,” kata Fazzli, Rabu (31/12/2025). Menindaklanjuti laporan tersebut, SAR Tanjungpinang segera berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Balai Karimun.

Tim gabungan ini langsung membantu proses evakuasi korban dan memastikan kejadian tersebut tidak mengganggu alur pelayaran. Berdasarkan data yang diterima SAR, seluruh penumpang kapal Asna Jaya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Para penumpang kini telah dibawa ke Lanal Tanjung Balai Karimun. “Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.

Fazzli menambahkan, SAR Tanjungpinang telah menyiagakan personel Pos SAR Tanjung Balai Karimun guna memastikan kondisi bangkai kapal tidak membahayakan keselamatan. Serta tidak mengganggu aktivitas pelayaran di sekitar lokasi kejadian.

Ia juga mengimbau para pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan memperhatikan kondisi cuaca, terutama menjelang pergantian tahun. “Pantau terus kondisi cuaca di situs-situs resmi pemerintah, seperti BMKG, sebelum berangkat atau berlayar di laut,” kata Fazzli.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads