Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Waduh Perlu Kewaspadaan! IHSG Berbalik Arah, Dibuka Turun ke Level 9.094

Jakarta : Inndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah, Rabu 21 Januari 2026. Menurut RTI Business, IHSG berada di level 9.094 atau turun dibandingkan saat penutupan sehari sebelumnya.
Papan elektronik berisi informasi pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia

Saat itu IHSG ditutup naik 0,01 persen disertai net buy (beli bersih) oleh investor asing sebesar Rp6,5 miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBRI, PTRO, BRMS, ANTM, dan ADRO.

"IHSG berpotensi koreksi hari ini," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu 21 Januari 2026. Menurut dia, IHSG akan bergerak pada rentang 9.025-9.075 dan rentang resistansi 9.180-9.220.

Pasar juga tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan suku bunga. Diperkirakan BI masih akan mempertahankan suku bunga 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, bursa saham global dipengaruhi sentimen pasar terhadap ancaman tarif Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, terkait masalah Greenland. Hal ini mengakibatkan bursa saham AS atau Wall Street dan kawasan Asia Pasifik kompak melemah.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,76 persen, S&P 500 anjlok 2,06 persen, dan Nasdaq Composite melemah 2,39 persen . Di Asia, Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,11 persen dan indeks Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,39 persen.

"Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif terhadap impor dari delapan negara anggota NATO," ujar Fanny. Menurut dia, kebijakan tersebut akan diberlakukan hingga tercapai kesepakatan pembelian Greenland oleh AS.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menyebutkan tarif awal sebesar 10 persen akan diberlakukan mulai 1 Februari 2026. Tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 jika kesepakatan terkait Greenland tidak tercapai.

"Sejumlah negara Eropa dilaporkan tengah membahas opsi tarif balasan hingga langkah-langkah ekonomi represif lainnya," ucap Fanny. Langkah tersebut, menurut dia, berpotensi memperkeruh hubungan diplomatik terkait Greenland.

Di Asia, pelaku pasar juga mencermati perkembangan di Jepang setelah Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi berencana membubarkan parlemen. Dia juga akan menggelar pemilihan umum lebih awal (snap election) pada 8 Februari 2026.(*)

Hide Ads Show Ads