Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Amerika dan Rusia Sepakati Dialog Militer Tingkat Tinggi di Abu Dhabi

Abu Dhabi : Amerika Serikat (AS) dan Rusia sepakat memulai kembali dialog militer tingkat tinggi demi menjaga komunikasi dan stabilitas keamanan. Kesepakatan tersebut tercapai dalam pertemuan di Abu Dhabi untuk membangun perdamaian selama konflik yang terus berlangsung. 

Ilustrasi bendera AS dan Rusia dengan latar belakang peta Abu Dhabi. (Foto: AI)

Jenderal Alexus Grynkewich sebagai Komandan Pasukan AS di Eropa menemui sejumlah pejabat militer penting asal negara Rusia. Ia berupaya membangun kembali sebuah saluran kontak militer yang bersifat konsisten serta berkelanjutan selama peperangan masih berlangsung. 

"(Saluran) itu akan menyediakan kontak militer yang konsisten saat para pihak terus mengupayakan perdamaian yang abadi," ujar Jenderal Alexus Grynkewich dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis, 5 Februari 2026.

Grynkewich mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA) saat negosiasi hari kedua di tengah serangan jaringan listrik yang terus meningkat. Moskwa tetap meluncurkan serangan pada fasilitas listrik untuk melemahkan dukungan publik dan kekuatan warga di timur Ukraina.

Kedua negara berusaha menurunkan ketegangan setelah insiden pesawat tanpa awak di ruang udara internasional dekat Laut Hitam. Satu drone Air Force MQ-9 Reaper jatuh setelah bersinggungan dengan jet tempur Rusia pada Maret tahun 2023.

Rusia menyampaikan kekhawatiran terkait penerbangan intelijen oleh North Atlantic Treaty Organization (NATO) di wilayah perairan Laut Hitam. Anggota NATO turut mencemaskan beberapa insiden intrusi militer Rusia ke dalam ruang udara milik anggota pakta pertahanan.

Delegasi dari Moskwa serta Kyiv menemui Utusan Khusus Amerika Serikat (AS) Steve Witkoff pada Kamis, 5 Februari 2026. Mereka turut mengundang Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden AS Donald Trump di dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

Rusia dan Ukraina mengumumkan pertukaran tahanan meliputi 160 warga Rusia serta 157 orang Ukraina setelah negosiasi usai. Pejabat Ukraina mengonfirmasi bahwa 150 prajurit dan tujuh warga sipil telah kembali dari tawanan Rusia pada hari tersebut.

"(Di antaranya-red) 18 telah dijatuhi hukuman secara ilegal oleh Rusia," kata Dmytro Lubinets, Ombudsman Hak Asasi Manusia Ukraina.

Semua tentara Rusia yang bebas kini mendapat bantuan medis di Belarus sebelum kembali untuk program rehabilitasi secara intensif. Banyak tawanan Ukraina dilaporkan mengalami kondisi psikologis yang sulit dan menderita masalah berat badan kritis setelah dibebaskan.

Pembicaraan damai di Abu Dhabi memasuki hari kedua karena kedua belah pihak mencari resolusi untuk perang yang terjadi. Pejabat belum memberikan informasi mendalam terkait kemajuan signifikan di dalam diskusi diplomatik yang digelar pada Uni Emirat Arab.

Utusan dari seluruh dunia terus mendorong rencana Amerika Serikat untuk mengakhiri perang antara Rusia dan juga negara Ukraina. Komunikasi tingkat tinggi diharapkan dapat mencegah tabrakan langsung dua kekuatan militer sembari mencari sebuah perdamaian yang abadi.(*)

Hide Ads Show Ads