Ini Amalan yang Dianjurkan Jelang Ramadan 1447 H
Jakarta : Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah semakin dekat dan menjadi momen penting bagi umat Islam. Ramadan dikenal sebagai bulan istimewa untuk meningkatkan ibadah dan memperbaiki kualitas spiritual.
Puasa Ramadan merupakan kewajiban yang disyariatkan bagi umat Islam setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, pada tahun kedua Hijriah. Ibadah ini bertujuan membentuk ketakwaan dan pengendalian diri secara menyeluruh.
Adapun dalil terkait puasa Ramadhan yang Allah SWT abadikan dalam Alquran Surat Al-Baqarah ayat 183, sebagai berikut:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Menjelang datangnya Ramadan tersebut, umat Islam dianjurkan melakukan berbagai persiapan ibadah. Langkah ini diharapkan membantu menjalani Ramadan dengan lebih khusyuk dan bermakna.
Berikut sejumlah amalan yang dianjurkan dilakukan menjelang Ramadan 1447 Hijriah:
1. Berdoa
Berdoa menjadi amalan utama untuk memohon dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan sehat. Doa juga dipanjatkan agar ibadah selama Ramadan diterima dan diberkahi oleh Allah SWT.
Diriwayatkan Sayyidina ‘Ubadah bin al-Shamith, Rasulullah mengajarkan doa atau kalimat yang dibaca menjelang Ramadan datang. Adapun doanya sebagai berikut:
“Ya Allah, sampaikan aku (dengan selamat menuju bulan) Ramadan. Sampaikanlah Ramadan kepadaku, dan terimalah amal-amal ku di bulan Ramadan.”
Selain doa tersebut, umat Islam juga dianjurkan membaca doa yang biasa diamalkan sejak bulan Rajab dan Syaban. Amalan ini menjadi bentuk harapan agar dipertemukan dengan Ramadan dalam keadaan terbaik.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Syaban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.”
2. Melaksanakan Puasa Sunah
Puasa sunah, khususnya di bulan Syaban, dianjurkan sebagai bentuk latihan sebelum Ramadan. Amalan ini membantu tubuh dan jiwa beradaptasi dengan ibadah puasa wajib saat Ramadan datang.
3. Bergembira Menyambut Ramadan
Rasa bahagia menyambut Ramadan mencerminkan kecintaan terhadap ibadah. Sikap ini diyakini membawa ganjaran kebaikan dan perlindungan dari keburukan.
4. Melunasi Utang Puasa
Menjelang bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan segera mengganti puasa yang pernah ditinggalkan karena uzur. Pelunasan utang puasa ini wajib dilakukan sebelum memasuki Ramadan berikutnya.
Menunda pelaksanaan qada puasa Ramadan hingga datang Ramadan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan hukumnya terlarang dan berdosa. Namun, penundaan tersebut tidak menjadi dosa apabila disebabkan oleh uzur syar’i yang terus berlanjut.
5. Memperdalam Ilmu Agama
Menyambut bulan Ramadan dapat dilakukan dengan memperdalam ilmu agama, khususnya yang berkaitan dengan ibadah puasa. Pemahaman ini penting agar pelaksanaan puasa sesuai tuntunan syariat.
Umat Islam dianjurkan mempelajari hal-hal yang dibolehkan dan yang harus dihindari selama berpuasa. Selain itu, memahami perkara yang membatalkan puasa serta amalan sunah akan membantu memaksimalkan ibadah di bulan suci.
6. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW. Kitab suci ini menjadi mukjizat sekaligus petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Membaca Al-Qur’an pada bulan Ramadan juga memiliki nilai pahala yang lebih besar daripada pada bulan-bulan lain. Sehingga, dengan membiasakan membaca Al-Qur’an sejak sebelum Ramadan dinilai dapat memudahkan konsistensi ibadah selama bulan suci.
7. Menjauhi Perbuatan Maksiat
Persiapan Ramadan juga dilakukan dengan meninggalkan perbuatan yang tidak bermanfaat. Upaya ini dapat dimulai dengan memperbanyak amalan sunah dan menjaga perilaku sejak bulan Rajab dan Syaban.
8. Menata Niat yang Mantap
Niat yang kuat diperlukan agar Ramadan dijalani dengan penuh kesungguhan. Niat tersebut menjadi dasar istiqamah dalam beribadah dan berbuat kebaikan menjelang dan saat Ramadan.
9. Memperbanyak Taubat
Memperbanyak taubat menjadi salah satu amalan penting dalam menyambut bulan Ramadan. Bulan suci ini dikenal sebagai waktu terbaik untuk memohon ampun dan menghapus dosa-dosa yang telah lalu.
Taubat dianjurkan sebagai langkah membersihkan hati dan memperbaiki diri sebelum memasuki Ramadan. Kesadaran untuk segera kembali kepada Allah SWT menjadi bagian penting dari persiapan spiritual.
Itulah amalan yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai persiapan menyambut Ramadan. Dengan kesiapan spiritual yang matang, Ramadan diharapkan menjadi momentum perubahan diri yang lebih baik dan penuh berkah.(*)
