Ini Penjelasan Keutamaan Bulan Sya'ban
Bandung: Bulan Syaban memiliki keutamaan besar sebagai waktu persiapan spiritual sebelum memasuki Ramadan. Hal tersebut disampaikan Ustadz Adi Hidayat dalam khutbah Jumat yang disiarkan melalui kanal YouTube Adi Hidayat Official, saat pekan kedua bulan Syaban 1447 Hijriah.(1/2/26).
Dalam penjelasannya, Ustadz Adi Hidayat menyebut Syaban sebagai bulan introspeksi diri, penguatan iman, serta momentum meluruskan kembali tujuan hidup manusia sebagai hamba Allah. “Allah menciptakan jin dan manusia semata-mata untuk beribadah kepada-Nya. Seluruh aktivitas hidup sejatinya adalah bentuk penghambaan,” ungkapnya.
Ia merujuk Surah Az-Zariyat ayat 56 yang menegaskan bahwa setiap aktivitas manusia, mulai dari pandangan mata, ucapan lisan, hingga gerak anggota tubuh, seharusnya bernilai ibadah. Menurutnya, iman yang hidup akan membimbing perilaku agar selaras dengan amal saleh yang diridai Allah.
Lebih lanjut, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa Syaban menjadi fase penting dalam rangkaian waktu spiritual Islam. Ia menyebut bulan Rajab sebagai masa latihan, Syaban sebagai masa penguatan dan evaluasi, serta Ramadan sebagai puncak penyempurnaan ibadah.
“Nabi Muhammad SAW memperbanyak puasa di bulan Syaban, bahkan tidak ada bulan lain selain Ramadan yang puasanya lebih banyak daripada Syaban,” kata Ustadz Adi Hidayat mengutip hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim.
Ia menambahkan, puasa memiliki keutamaan khusus dalam membentuk kesadaran spiritual, karena mampu menahan manusia dari perbuatan maksiat serta melatih kejujuran, kesabaran, dan pengendalian diri. “Puasa mengembalikan manusia pada fitrahnya sebagai hamba Allah,” ujarnya.
Selain sebagai waktu penguatan ibadah, Syaban juga disebut sebagai bulan evaluasi hati. Dalam ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menyinggung hadis tentang pertengahan malam Syaban, ketika Allah membuka pintu ampunan dan memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk membersihkan hati dari dendam, kebencian, dan prasangka buruk.
“Syaban adalah kesempatan untuk berdamai dengan diri sendiri dan dengan sesama, agar kita masuk ke bulan Ramadan dalam keadaan hati yang tenang dan bersih,” jelasnya.
Di akhir khutbah, Ustadz Adi Hidayat mengajak umat Islam memanfaatkan bulan Syaban dengan memperbanyak tobat, memperbaiki hubungan keluarga, serta meningkatkan amal saleh sebagai bekal menghadapi Ramadan. Menurutnya, kesadaran akan kefanaan hidup harus mendorong setiap muslim untuk lebih serius mempersiapkan kehidupan akhirat.(*)
