Jerman Barat, Underdog Ajaib Kampiun Piala Dunia 1954
Karawang : Jerman Barat tampil di Piala Dunia 1954 dengan status non-unggulan. Hasilnya adalah gelar yang ajaib.
Kisah keajaiban Jerman Barat boleh jadi sudah bisa ditarik dari kondisi jauh sebelum perhelatan Piala Dunia 1954. Momen awal itu adalah keputusan FIFA untuk menerima kembali Jerman pada akhir 1950. Die Mannschaft sempat dilarang mengikuti kualifikasi Piala Dunia 1950 sebagai imbas afiliasi Jerman ke Blok Poros di Perang Dunia II.
Jerman Barat lolos kualifikasi melewati tantangan Norwegia dan Saar. Negara yang disebutkan terakhir saat itu merupakan negara protektorat Prancis, dan bergabung ke Jerbar pada 1957. Timnas Saar berisi orang-orang Jerman.
Setelah menjadi anggota penuh FIFA lagi sampai menjelang Piala Dunia 1954, Jerman Barat hanya bermain di sebanyak 18 pertandingan. Alhasil, Jerbar tidak dianggap sebagai unggulan dalam pembagian grup di Swis 1954 itu. Yang menjadi unggulan adalah Austria, Brasil, Inggris, Prancis, Hungaria, Italia, Spanyol, dan Uruguai.
Kejutan Jerman Barat dibuka dengan kemenangan di fase grup atas unggulan, Turki. Di stadion Wankdorf, Turki bisa membuka skor, tapi Jerbar membalikkan keadaan hingga dapat menang dengan skor 4-1 di laga pembukaan Grup 2.
Fakta menarik terjadi di laga berikutnya menghadapi unggulan di grup sekaligus favorit juara, Hungaria. Pelatih Jerbar, Sepp Herberger, tidak mau tim intinya mengalami kekalahan dari sang favorit saat memaksa lolos sebagai juara grup. Herberger dianggap berjudi, hanya mengincar kelolosan lewat jalur play-off, dengan menurunkan tim cadangan. Die Mannschaft kalah 3-8 di tangan Hungaria.
Tidak bisa menghadapi Korea Selatan karena sama-sama bukan unggulan, Jerbar mesti bersandar pada hasil dari dua laga. Perolehan mereka dan Turki sama, yakni dua poin hasil sekali menang dan sekali kalah (saat itu, kemenangan masih dihargai dua angka). Selisih gol Jerbar minus 2, sementara Turki plus 4. Akan tetapi, selisih gol belum diperhitungkan kala itu. Kedua tim, Jerbar dan Turki, mesti melewati play-off, yang akhirnya dimenangi Die Mannschaft dengan kedudukan akhir 7-3. Sayap kanan Jerbar, Maximilian Morlock, menjadi bintang dengan trigol. Hasil ini meloloskan Jerbar sebagai runner-up Grup 2.
Di perempat final yang digelar di Stadion Charmilles, Jenewa, pada 27 Juni, Jerbar mengempaskan runner-up Grup 1, Yugoslavia. Bek tengah Yugoslavia, Ivan Horvat, membuat gol ke gawang sendiri di menit kesembilan. Langkah Mannschaft ke empat besar dipastikan penyerang mereka, Helmut Rahn (85').
Jerbar mengagetkan lagi di semifinal. Die Mannschaft membekap salah satu tim unggulan, Austria, dengan skor 6-1.
Namun, kejutan raksasa mereka hadirkan di partai puncak. Keputusan Herberger menurunkan tim cadangan di fase grup memberikan keuntungan tersendiri saat menantang tim favorit yang sama, Hungaria. Karenanya, Ferenc Puskas dkk. tidak mengetahui kekuatan tim inti Jerbar.
Semesta tampak turut mendukung keberhasilan Jerbar. Final digelar di bawah hujan lebat, kondisi yang disebut "cuaca Fritz Walter" seiring kesukaan sang kapten Die Mannschaft bermain saat hujan.
Di hadapan sekitar 62.500 penonton duel final yang dihelat di Wankdorf Stadion, Bern, pada 4 Juli 1954, Die Mannschaft menghasilkan "Wunder of Berne", "Keajaiban Bern". Walau diwarnai keputusan kontroversial plus dugaan doping pascafinal, Jerbar tampil sebagai juara sebagai tim yang tidak diperhitungkan.
Setelah berhasil keluar sebagai kampiun Piala Dunia 1954 usai mengalahkan tim yang sama yang memukul mereka, Hungaria, Jerbar memunculkan rekor saat itu. Jerbar menjadi tim pertama yang menjadi juara setelah mengalami kekalahan di laga sebelum.
Selain menjadi kampiun pertama yang mengalami kekalahan di laga awal putaran final, Jerbar juga mengukir catatan khusus lainnya. Die Mannschaft merupakan tim pertama yang menjuarai Piala Dunia tanpa menghadapi lawan dari benua lain. Turki, lawan yang dua kali dihadapi Jerman, secara geografis berada di Asia daripada Eropa kendati lolos ke Piala Dunia 1954 dari kualifikasi zona Eropa.
Sebagai catatan tambahan, tim Jerbar yang berangkat ke Swis terbentuk dari pemain yang disaring dari liga-liga regional mengingat liga profesional Jerman Barat baru terbentuk pada 1963. Konon, para penggawa Jerbar mendapatkan kontrak pemain amatir. Mereka merupakan pemain semiprofesional (vertragsspieler) yang kerap melakukan pekerjaan sambilan atau mempunyai bisnis untuk menopang kehidupan sehari-hari.
Herberger mendapat pujian tinggi setelah membawa pulang gelar. Sang pelatih dinilai mampu menerapkan preferensinya pada pertahanan diikuti pertukaran posisi saat menyerang, yang kerap disebut "pusaran Herberger", untuk mengoyak pertahanan lawan.(*)
