Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Kondisinya Masih Terguncang, IHSG Diharapkan "Rebound" pada Perdagangan Hari Ini

Jakarta : Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih fluktuatif di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada pembukaan perdagangan Selasa 3 Februari 2026, IHSG sempat turun ke level 7.888,77.

Papan elektronik di Main Hall BEI, berisi informasi indeks harga saham

Namun beberapa saat kemudian, IHSG Kembali naik ke zona hijau. Tercatat pada pukl 10.20 WIB, IHSG sempat mencapai angka psikologis di level 8.036.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan secara teknis IHSG berpotensi rebound (berbalik menguat). "IHSG akan akan menguji level resistansi kuat ke level 8.050," katanya, Selasa 3 Februari 2026.

Pada Senin 2 Februari 2026, IHSG ditutup turun 4,88 persen disertai net buy (beli bersih) asing sebesar Rp593 miliar. Saham yang paling banyak dibeli investor asing adalah BBCA, EXCL, DSSA, ADMR dan EMAS.

Sementara itu, indeks harga saham di kawasan Asia kompak melemah pada penutupan perdagangan kemarin. Sedangkan indeks utama di Wall Street, Amerika Serikat (AS), justru menunjukkan penguatan.

"Ini terjadi di tengah tekanan signifikan pada aset berisiko," ujar Fanny. Menurut dia, harga bitcoin sempat merosot di bawah USD80 ribu untuk pertama kalinya sejak April 2025.

Namun, tekanan di pasar komoditas mulai mereda pada perdagangan Senin 2 Februari 2026. Rebound-nya bitcoin, emas, dan perak menopang sentimen risk-off pada pasar saham.

Di kawasan Asia, indeks Harga saham melemah karena pasar tengah mencermati rilis laporan pendapatan perusahaan. Pertemuan bank-bank sentral di Kawasan ini serta rilis data ekonomi utama juga menjadi perhatian.

Pasar juga mencermati perkembangan politik di Jepang. Partai Demokrat Liberal pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi kemungkinan akan menang telak pada pemilihan majelis rendah minggu depan.

"Hal ini mungkin akan mempermudah penerapan kebijakan stimulus yang agresif," ucap Fanny. Menurut dia, kemenangan kubu pemerintah juga akan mengurangi ketidakpastian politik secara umum.

Pengeluaran yang didanai utang lebih banyak dapat menekan imbal hasil obligasi dan mata uang yen. Sehingga Takaichi menekankan pembicaraan mengenai manfaat mata uang yang melemah untuk ekspor.

Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat turun 1,25 persen dan Hang Seng Hong Kong merosot 2,23 persen. Kemudian indeks Taiex Taiwan melemah 1,37 persen, Kospi Korea Selatan anjlok 5,26 persen, dan ASX 200 Australia turun 1,02 persen.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads