Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Lebih dari Tugas Negara, Aipda Raja Faisal Mengabdi sebagai Sopir Mobil Jenazah Sejak 2017

Anambas: Sosok polisi tidak selalu identik dengan penegakan hukum di jalanan. Di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, seorang anggota Polri justru dikenal luas karena pengabdian kemanusiaannya. Ia adalah Raja Faisal M. anggota Polsek Siantan, Polres Kepulauan Anambas, yang sejak 2017 hingga kini mengabdikan diri sebagai sopir mobil jenazah bagi masyarakat.
Berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dengan NRP 86070800, Raja Faisal

Berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dengan NRP 86070800, Raja Faisal menjalani peran tersebut bukan karena penugasan khusus institusi, melainkan berangkat dari kepedulian sosial. Ia awalnya menggantikan sopir mobil jenazah sebelumnya yang berhenti bekerja. Namun seiring waktu, tugas itu tak lagi sekadar membantu, melainkan menjadi rutinitas yang dijalani dengan penuh keikhlasan.

“Awalnya hanya membantu karena tidak ada sopir. Lama-kelamaan saya niatkan sebagai amal jariah, selain tugas utama saya sebagai anggota Polsek Siantan,” ujar Aipda Raja Faisal.

Di wilayah kepulauan seperti Anambas, keberadaan sopir mobil jenazah memiliki peran krusial, terutama bagi keluarga yang tengah berduka. Kehadiran Aipda Raja Faisal kerap menjadi penolong di saat-saat sulit, mengantar jenazah warga menuju peristirahatan terakhir dengan penuh penghormatan dan empati.

Meski harus membagi waktu antara tugas kepolisian dan tugas kemanusiaan, ia mengaku tidak menemui kendala berarti selama menjalani peran ganda tersebut.

“Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada hambatan yang signifikan,” tuturnya.

Niat tulus untuk berbuat kebaikan menjadi alasan utama Aipda Raja Faisal terus menjalani pengabdian ini. Selain itu, ia juga tergabung dalam Tim Fardhu Kifayah Bhabul Akhirat, sebuah tim sosial yang berfokus membantu pengurusan jenazah warga.

Kapolsek Siantan memberikan apresiasi atas dedikasi anggotanya tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan Aipda Raja Faisal merupakan cerminan nyata nilai-nilai pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Ini adalah contoh bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan dan pengayom masyarakat, bahkan hingga di saat terakhir kehidupan warga,” ujarnya.

Pengabdian Aipda Raja Faisal menjadi inspirasi bahwa tugas kepolisian tidak semata diukur dari seragam dan pangkat, melainkan dari ketulusan hati dalam melayani. Di tengah kesibukannya sebagai Bhayangkara, ia membuktikan bahwa kemanusiaan adalah panggilan luhur yang melampaui jabatan dan waktu.(*)

Hide Ads Show Ads