OJK Ajukan Tiga Solusi dalam Pertemuan dengan MSCI
Jakarta : Otoritas Pasar Modal Indonesia seperti yang sudah direncanakan, melakukan pertemuan secara daring dengan pihak Morgan Stanley Capital International (MSCI). Pertemuan berlangsung di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin sore, 2 Februari 2026.
“Secara umum hari ini yang dilakukan adala, OJK bersama BEI dan KSEI telah mengajukan proposal solusi. Proposal ini pada prinsipnya untuk menjawab keseluruhan concern dan isu terkait tranparansi,” kata Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam keterangan pers usai pertemuan.
Untuk itu, ada tiga rencana yang akan dilakukan untuk menjawab hal-hal yang menjadi perhatian MSCI tersebut. Pertama, terkait dengan disclosure atas kepemilikan pemegang saham dengan porsi di bawah 5 persen.
“Kami bahkan berkomitmen untuk membuka data kepemilikan saham di atas satu persen,” ucap Hasan. Kedua, klasifikasi investor akan dilakukan lebih rinci dan spesifik dari yang ada saat ini sebanyak sembilan tipe investor.
“Nantinya akan dirinci menjadi 27 sub-tipe investor. Sehingga lebh memunculkan klarifikasi dan kredibilitas terhadap pengungkapan beneficial ownership pemilik saham,” ujar Hasan menjelaskan.
Komitmen ketiga, telah disampaikan proppsal rencana menaikkan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Implementasinya akan dilakukan secara bertahap dan dilakukan bersama seluruh pelaku pasar.
Hasan juga mengatakan, pertemuan dan diskusi dengan pihak MSCI berlangsung sangat baik. Selanjutkan akan dilakukan pembahasan kembali dalam pertemuan di tingkat teknis.
“Pihak MSCI bahkan menyatakan kesediaannya untuk memberikan petunjuk mengenai metodologi dan cara perhitungan yang mereka lakukan. Kita pun sepakat dan kami akan menyampaikan perkembangannya secara teratur kepada publik,” kata Hasan menutup keterangannya.
Dalam pertemuan dengan MSCI, selain perwakilan OJK juga hadir perwakilan dari Danantara. Selain dari Self-Regulatory Organization, yakni Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral Efek Indonesia(*).
