Perayaan Imlek Nasional 2026, Hadirkan Tradisi Budaya Indonesia
Jakarta : Perayaan Tahun Baru Imlek Nasional 2026 akan menampilkan tradisi perayaan Imlek dari berbagai daerah di Tanah Air. Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar mengatakan tradisi perayaan Imlek semakin berkembang di berbagai daerah.
![]() |
| Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2026, Irene Umar, saat kegiatan di Wihara Dharma Jaya Toasebio, Jakarta, Sabtu, 7 Februari 2026. (Foto: Humas Bakom) |
Ia mencontohkan perayaan Grebeg Sudiro di Surakarta atau Cap Go Meh di Palembang, Sumatra Selatan. Selanjutnya di daerah lain seperti di Mando, Sulawesi Utara dan Makassar, Sulawesi Selatan.
“Imlek Festival tahun ini menjadi momentum untuk menampilkan kekayaan tradisi perayaan Imlek dari berbagai daerah. Selain Singkawang, terdapat pula tradisi perayaan yang berkembang di sejumlah wilayah,” kata Irene, Minggu, 8 Februari 2026.
Irene mengatakan tradisi perayaan Imlek yang semakin meluas dan meriah, menjadi contoh harmoni budaya dan keberagaman yang mencerminkan Indonesia. “Keberagaman tersebut mencerminkan harmoni budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Irene
Imlek Nasional 2026 dengan tema ‘Harmoni Imlek Nusantara’ menjadi momentum untuk memperkuat nilai kepedulian sosial sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan. Perayaan Imlek tidak hanya menampilkan ekspresi budaya, tetapi juga inisiatif sosial yang mendorong semangat gotong royong dan solidaritas masyarakat.
Irene menambahkan perayaan Imlek Nasional 2026 untuk memperkuat nilai kemanusiaan melalui Gerakan Berbagi Cahaya. Program ini dirancang untuk mendorong partisipasi sosial masyarakat dalam penguatan kepedulian sosial diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bentuk Gerakan Berbagi Cahaya seperti penyediaan akses pendidikan vokasi, pengembangan keterampilan berbasis teknologi dan ekonomi kreatif. Termasuk bagi masyarakat yang terdampak bencana sehingga dapat membuka peluang kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat.
“Selain itu, gerakan ini turut diarahkan pada penguatan sarana penunjang aktivitas produktif masyarakat melalui penyediaan fasilitas pendidikan. Pengembangan infrastruktur produktif berbasis energi berkelanjutan, sebagai upaya mendorong ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.
Bentuk lain dari program Gerakan Berbagi Cahaya adalah penyediaan sarana air bersih serta pengembangan hunian yang mendukung aktivitas ekonomi keluarga. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan masyarakat serta peningkatan kualitas hidup secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari penguatan jaring pengaman sosial, program ini turut memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat rentan melalui penyediaan bantuan sosial. Nantinya bantuan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk dukungan pemenuhan gizi masyarakat serta bantuan kebutuhan pokok saat tanggap darurat bencana.
“Diharapkan dapat menjadi ruang penguatan solidaritas sosial sekaligus mempertegas nilai gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa. Perayaan ini menjadi cerminan semangat persatuan dalam keberagaman serta upaya bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Penyelenggaraan Imlek Nasional 2026, di gelas secara kolaboratif dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta masyarakat. Pendekatan kolaboratif tersebut untuk memastikan bahwa perayaan budaya dapat memberikan dampak sosial yang lebih luas dan berkelanjutan.(*)
