Rusia-Ukraina Tukar Tahanan, Perdamaian Masih Mandek
Kyiv : Ukraina dan Rusia melakukan pertukaran tahanan setelah dua hari pembicaraan perdamaian yang digelar di Abu Dhabi. Pertukaran ini melibatkan 157 warga Ukraina, tujuh di antaranya warga sipil, dilansir dari BBC News, Jumat, 6 Februari 2026.
![]() |
| Perundingan perdamaian yang digelar Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina di Abu Dhabi (Foto: X - Special Envoy Steve Witkoff) |
Selain itu, 157 tentara Rusia juga dipulangkan, dalam pertukaran pertama sejak empat bulan terakhir. Tim dari Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat turut serta dalam pembicaraan di ibu kota Uni Emirat Arab.
Poin utama yang menjadi kendala diyakini adalah konsesi wilayah yang diminta Rusia dan jaminan keamanan bagi Ukraina untuk mencegah serangan lebih lanjut. Meski pertukaran tahanan berhasil, belum ada terobosan dalam pembicaraan ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyebut bahwa pembicaraan tidak mudah dan ia berharap hasilnya bisa lebih cepat. Ia juga menegaskan bahwa sebagian besar warga yang dipulangkan telah berada di tahanan Rusia sejak 2012.
Zelenskyy berjanji akan memulangkan semua warga Ukraina yang masih ditahan. Pejabat Ukraina mengatakan 139 tahanan telah ditahan sejak 2022.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan 157 tawanan perang mereka dipulangkan oleh Kyiv. Mereka adalah penduduk wilayah Kursk bagian barat, yang sempat diduduki Ukraina pada 2024 hingga 2025.
Pembicaraan di Abu Dhabi merupakan putaran kedua dalam beberapa minggu terakhir. Pembicaraan ini juga menjadi bagian dari upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang.
Utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, memimpin negosiasi. Witkoff menyebut pembicaraan berlangsung rinci dan produktif, namun masih ada banyak pekerjaan tersisa.
Masalah sulit adalah wilayah Donbas yang diminta Rusia untuk diserahkan, sementara Ukraina menuntut jaminan keamanan dari sekutu Eropa dan AS. Tidak ada detail resmi yang dirilis terkait isi pembicaraan.(*)
