Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Sekilas Tentang Kata 'Gongshou', Tradisi Salam Budaya Tionghoa

Karawang:; 'Gongshou' (拱手, gǒng shǒu) adalah salam tradisional dalam budaya Tionghoa yang sering dipakai saat perayaan Imlek atau untuk memberi hormat. Gestur ini bukan sekadar gaya, tetapi bagian penting dari tata krama budaya Tionghoa yang sarat makna filosofis dan sejarah panjang.
Foto ilustrasi

Dilansir dari wuxiasociety, asal usul 'Gongshou' dapat ditelusuri jauh ke dalam etika dan tata krama tradisional Tiongkok. Budaya ini memandang tubuh dan gestur sebagai bagian dari pengungkapan nilai budaya.

Selama berabad-abad, gestur tangan ini dipakai dalam interaksi sosial untuk menunjukkan rasa hormat. Terlebih kepada yang lebih tua, pejabat atau orang dengan status tinggi, serta dalam acara ritual dan festival.

Berdasarkan budaya aslinya, gestur 'Gongshou' pun berbeda antara perempuan dan laki-laki. Tangan kanan mengepal dibungkus tangan kiri untuk laki-laki, dan jari tangan kiri ditekuk ke dalam dibungkus tangan kanan untuk perempuan.

Makna filosofis 'Gongshou' juga mencerminkan keseimbangan nilai antara kekuatan dan kelembutan dalam budaya Tionghoa. Ketika kedua tangan itu bersatu, gestur itu menjadi simbol harmoni, kehormatan, dan rasa hormat terhadap orang lain.

Dalam konteks Imlek, 'Gongshou' sering disertai dengan ucapan tradisional seperti "Gong Xi Fa Cai" atau "Xin Nian Kuai Le". 'Gongshou' di Indonesia juga sering disebut sebagai 'salam Soja'.

Meskipun di era modern jabat tangan semakin populer, di Tiongkok dan komunitas diaspora, 'Gongshou' tetap dipakai. Terutama dalam acara acara tradisional, perayaan Imlek, dan pertemuan formal yang menghargai nilai budaya klasik.(*)

Hide Ads Show Ads