Senin, Waspada ! Rupiah Dibuka Naik Tipis dengan Risiko Melemah
Jakarta ; Nilai tukar rupiah menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin 2 Februari 2026. Menurut Bloomberg, rupiah dibuka naik tipis 0,06 persen atau 10 poin menjadi Rp16.776 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, rupiah turun 0,19 persen ke posisi Rp16.786 per dolar AS. Analis pasar uang, Lukman Leong, memperkirakan rupiah akan melemah meski menguat saat perdagangan dibuka.
Menurut dia, ini disebabkan spekulasi terhadap pernyataan Presiden AS, Donald Trump, terkait The Fed. "Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS karena spekulasi terhadap pilihan Trump untuk calon Ketua The Fed," katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Trump memilih Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed yang baru. Dia akan menggantikan posisi Jerome Powell yang akan habis masa tugasnya pada April-Mei mendatang.
"Spekulasi pilihan Trump mendorong penguatan dolar AS," ujar Lukman. Selain itu, lanjut dia, kenaikan indeks dolar didukung pernyataan yang lebih hawkish (lunak) pejabat The Fed, Michelle Bowman.
Bowman meyakini The Fed sudah dapat memangkas suku bunga pada bulan ini. Namun, mayoritas pejabat The Fed masih berpendapat suku bunga masih harus dipertahankan sambil menunggu data ekonomi lanjutan.
Lukman mengatakan meski rupiah kemungkinan melemah, pergerakannya akan terbatas. Menurut dia, pasar masih menunggu data ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Di antaranya perkembangan ekspor dan impor, neraca perdagangan, serta tingkat data inflasi. Lukman memperkirakan inflasi per Januari 2026 akan mengalami kenaikan.
"Nilai tukar rupiah akan bergerak di rentang Rp16.700-Rp16.800 per dolar," ucapnya. Sementara itu posisi dolar AS berada di level 97,0 atau menguat dibandingkan posisi sebelumnya.(*)
