Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 24 Orang saat Gencatan Senjata

Deir Al-Balah : Serangan militer Israel menewaskan sedikitnya 24 warga Palestina pada Rabu, 4 Februari 2026. Peristiwa maut ini terjadi ketika kondisi kesepakatan gencatan senjata sedang mengalami tekanan yang sangat luar biasa besar.
Ilustrasi peta Gaza, Palestina. (Foto: AI)

Pihak militer Israel mengklaim telah membunuh tiga pemimpin militan yang dianggap menjadi ancaman bagi pergerakan seluruh pasukan. Pejabat kesehatan Gaza memberikan keterangan resmi bahwa serangan itu mengakibatkan kematian terhadap dua bayi yang masih sangat muda.

“Di mana gencatan senjata? Di mana para mediator itu?” kata Mohamed Abu Selmiya, Direktur Rumah Sakit Shifa Kota Gaza, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis, 5 Februari 2026.

Aksi penyerangan tersebut berulang kali mengganggu proses gencatan senjata yang sebenarnya baru saja berlaku secara resmi Oktober lalu. Warga sekitar merasa perang masih berlanjut meskipun ada kesepakatan damai karena jumlah korban jiwa yang terus meningkat.

Korban tewas pada hari Rabu mencakup sedikitnya lima orang anak dan tujuh orang wanita serta satu petugas paramedis. Keseluruhan data penting tersebut disampaikan oleh para pejabat rumah sakit setempat segera setelah proses evakuasi korban telah berakhir.

Sebanyak 556 warga Palestina dilaporkan telah gugur terhitung semenjak kesepakatan damai sementara mulai berlaku pada waktu sebelumnya. Militer Israel menyatakan bahwa empat orang prajurit mereka juga telah tewas di dalam rentang waktu yang sama tersebut.

Delapan negara Arab serta negara Muslim termasuk pihak mediator Mesir mengecam keras pelanggaran kesepakatan oleh tentara otoritas Israel. Pasukan militer melepaskan tembakan maut ke arah sebuah bangunan pada pemukiman Tuffah wilayah utara Gaza pada pagi hari.

“Apa salah anak ini? .... Mengapa mereka membunuh anak-anak itu?” ujar Mohammad Jaser, salah satu kerabat keluarga korban.

Sebuah serangan udara di Muwasi Khan Younis menewaskan tiga orang dan melukai sepuluh orang lainnya yang tidak bersalah. Rumah sakit lapangan milik Palestine Red Crescent Society (PRCS) menyebut salah satu korban tewas tersebut adalah petugas paramedis.

Otoritas militer mengklaim serangan tersebut berhasil membunuh Bilal Abu Assi yang menjabat komandan peleton kelompok Gerakan Perlawanan Islam. Pasukan Israel berdalih sudah melakukan langkah pengawasan yang ketat guna menghindari jatuhnya korban dari pihak masyarakat sipil biasa.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) membantu proses penyerahan 54 jenazah warga Palestina. Rumah Sakit Shifa mengaku telah menerima kiriman 60 kotak berisi sisa potongan tubuh jenazah warga Palestina di Gaza.

Gerakan militan Hamas dikabarkan telah membebaskan seluruh sandera dan Israel telah melepas beberapa ribu tahanan Palestina. Jumlah bantuan kemanusiaan kini mulai dialirkan menuju Gaza setelah pihak otoritas keamanan sepakat menunjuk komite teknokrat yang baru.

Sedikitnya 38 warga Palestina mengalami luka cukup serius akibat serangkaian ledakan rudal maut yang dijatuhkan sepanjang hari Rabu. Sebanyak 71.800 warga Palestina telah tewas semenjak dimulainya konflik senjata skala besar pada wilayah pesisir itu beberapa tahun.(*)

Hide Ads Show Ads