Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Toprak Razgatlioglu Masih Kesulitan Adaptasi, Terkendala Ban Depan

Jakarta ;- Pembalap tim Pramac Yamaha Toprak Razgatlioglu mengakui dirinya masih mengalami kesulitan adaptasi menjelang debutnya di kelas utama pada MotoGP 2026 karena belum sepenuhnya mempercayai karakteristik ban depan Michelin.
Toprak Razgatlioglu

Juara dunia World Superbike (WSBK) tiga kali tersebut menyatakan bahwa pemahaman terhadap limit cengkeraman ban depan menjadi kendala utama saat melakoni persiapan seri pembuka di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, akhir pekan ini.

"Saat saya mengikuti Jack (Miller), saya terkejut karena kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, dan sektor pertama secara umum," ujar Toprak dikutip dari laman Crash, di Jakarta, Selasa.

Toprak menjelaskan bahwa gaya berkendaranya saat ini cenderung lebih hati-hati dibandingkan para pembalap reguler lainnya. Ia merasa belum mampu memaksimalkan sudut kemiringan (lean angle) saat motor berada di tengah tikungan.

"Saya selalu berkendara sedikit lebih tenang karena tidak percaya pada ban depan. Saat pengereman tidak ada masalah, tetapi ketika mulai miring, saya tidak tahu batasnya," katanya menambahkan.

Pada sesi tes pramusim di Buriram pekan lalu, pembalap asal Turki ini menempati posisi kedua dari belakang dengan selisih waktu lebih dari dua detik dari pembalap tercepat.

Toprak mencatatkan waktu terbaik 1 menit 30,7 detik. Ia sempat membuntuti rekan setimnya, Jack Miller, untuk mempelajari titik kelemahan performanya. Toprak mengaku heran melihat cara Miller merebahkan motor dengan ekstrem di tikungan pertama tanpa kehilangan kendali.

Baca juga: Toprak dapat julukan Casey Stoner 2.0

"Ketika saya melihat Jack miring sekali, awalnya saya menunggu dia jatuh. Namun saat melihat dia tetap bisa menikung, saya terkejut. Saya hanya menunggu kehilangan ban depan, sementara pembalap lain tetap berbelok dengan kemiringan penuh," kata Toprak.


Menariknya, hingga saat ini Toprak belum pernah mengalami kecelakaan selama fase adaptasi. Ia menilai bahwa jatuh mungkin menjadi bagian dari proses untuk memahami batas kemampuan ban Michelin yang berbeda jauh dengan ban Pirelli yang ia gunakan selama bertahun-tahun di WSBK.

"Saya belum pernah jatuh, tetapi mungkin saya perlu jatuh untuk memahami batasnya," tuturnya.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads