Akibat Ruas Tol Kebanjiran, Jakarta-Tangerang Macet Panjang
Tangerang : Kemacetan dari Tangerang menuju Jakarta dan arah sebaliknya mengurai hingga lima kilometer. Lantaran, ruas Tol Tangerang-Merak di KM 23-800 kebanjiran dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter, pada Minggu 8 Maret 2026.
Petugas perbaikan dan perawatan Jasa Marga, Widyo mengatakan pihak pengelola jalan tol mengaktifkan penyedot air, agar genangan yang terjadi sejak Minggu dini hari tersebut segera surut. Ketinggian genangan mulai dari 30 sentimeter hingga 60 sentimeter.
"Karena hujannya terlalu deras, ya pompa air agar jalan bisa dilalui kendaraan. Petugas mengerahkan tiga truk pompa air, agar genangan segera surut," ujarnya, Minggu 8 Maret 2026.
Akibat banjir ini, sambung Widyo, kendaraan dari Jakarta menuju Keluar Tol Bitung, Tangerang macet. Lantaran banyak kendaraan mengambil lajur jalan untuk menghindari banjir
Salah satu pengendara Fajri menyatakan hujan deras yang mengguyur menyebabkan Kali Sabi meluap dan merendam ruas Tol Tangerang-Merak di KM 23-800. Ketinggian genangan diperkirakan mencapai 60 sentimeter.
"Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak mengalami kemacetan panjang lebih dari lima kilometer. Saya salah satunya korban terjebak macet ini," kata dia.
Selain menggenangi tol, luapan Kali Sabi juga membanjiri kawasan Lippo Karawaci, Tangerang. Sehingga aktivitas warga setempat terganggu karena akses jalan di pemukiman terputus.
"Warga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi Kali Sabi agar banjir tidak sering terjadi. Pihak tol juga harus melakukan langkah agar banjir dapat diminimalisir," ujarnya.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan bukan hanya ruas tol, banjir juga menerjang sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang. Banjir tersebut disebabkan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu 7 Maret 2026 malam.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, banjir terjadi di 13 titik. Wilayah yang terdampak banjir meliputi Kecamatan Kelapa Dua, Tigaraksa, Rajeg, Kronjo, Pasar Kemis, Sepatan, Sepatan Timur, Kresek, dan Sindang Jaya.
"Berdasarkan data sementara kondisi banjir saat ini, banjir tersebar di 13 titik yang ada di sembilan kecamatan di Kabupaten Tangerang. Ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi, mulai dari sekitar 20 sentimeter hingga mencapai 1,5 meter," ucap Taufik.
Saat ini, petugas BPBD masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir, termasuk jumlah kepala keluarga yang terimbas. "Untuk data lengkap, termasuk jumlah KK terdampak menyusul," jelasnya.(*)


