Hari ini
Cuaca 0oC
Breaking News
WEB UTAMA

Presiden Prabowo Kumpulkan Menteri Respons Gejolak Timur Tengah

Jakarta ;Pemerintah pastikan stabilitas pangan dan energi terjaga di tengah fluktuasi harga minyak global dan tekanan rupiah.
Presiden Prabowo Subianto

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri kabinet dan pimpinan lembaga tinggi negara ke Istana Kepresidenan guna membahas langkah strategis dalam menghadapi eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mulai berdampak pada sektor ekonomi domestik.

Pertemuan mendadak ini dilakukan menyusul fluktuasi signifikan pada nilai tukar rupiah serta lonjakan harga minyak mentah dunia yang sempat melampaui angka US$ 100 per barel. 

Fokus utama koordinasi ini adalah memastikan ketahanan fiskal, ketersediaan energi, dan stabilitas harga pangan nasional.

Mitigasi Energi dan Pangan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa agenda utama pembahasan berkaitan dengan kesiapan nasional dalam menghadapi hari raya Idulfitri di tengah ketidakpastian global. 

Menurutnya, dinamika konflik di Timur Tengah menuntut pemerintah untuk bergerak cepat memantau harga komoditas energi.

"Fokus kami adalah persiapan Idulfitri, terutama ketersediaan pangan dan BBM. Kita melihat fluktuasi harga minyak yang sangat cepat; kemarin sempat di atas US$ 100 per barel, meski saat ini sudah melandai di kisaran US$ 80 hingga US$ 90," ujar Bahlil kepada media 10 Maret 2026.

Ketahanan Fiskal dan Rupiah

Di sisi moneter, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut hadir dalam pertemuan tersebut. 

Meski enggan merinci langkah intervensi spesifik, pemerintah menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap solid menghadapi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter untuk meredam dampak volatilitas global. Ia menyatakan bahwa meskipun harga minyak dunia sempat melonjak, rata-rata asumsi subsidi dalam APBN 2026 masih dalam koridor yang terkendali.

"Kita tetap waspada dan akan menjaga stabilitas fiskal. Kolaborasi antara Pemerintah dan Bank Indonesia sangat krusial untuk memastikan likuiditas perbankan terjaga dan nilai tukar tetap stabil," ungkap Purbaya. Ia juga menambahkan bahwa cadangan BBM nasional dipastikan aman karena lonjakan harga saat ini bersifat fluktuatif dalam jangka pendek.

Koordinasi Lintas Sektoral

Rapat terbatas ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk:

Zulkifli Hasan (Menko Bidang Pangan)
Sakti Wahyu Trenggono (Menteri Kelautan dan Perikanan)
Aris Marsudiyanto (Kepala BAPPISUS)
Brian Yuliarto (Menditkisaintek)
Kehadiran jajaran menteri sektor pangan dan teknologi menunjukkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan skema perlindungan berlapis untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan distribusi menjelang puncak konsumsi nasional di bulan Ramadan dan Lebaran.(*)

WEB UTAMA
Hide Ads Show Ads