Ritual Bahaya di Aspal Jembatan Sewo Indramayu
Antara Tradisi, Ekonomi, dan Taruhan Nyawa
Indramayu : Di bawah terik matahari yang menyengat jalur Pantura, debu jalanan berbaur dengan kepulan asap knalpot ribuan kendaraan pemudik.
Di perbatasan Subang dan Indramayu, tepatnya di Jembatan Sewo, pemandangan tak biasa tersaji.
Barisan warga dengan sapu lidi di tangan, berdiri hanya beberapa sentimeter dari deru mesin yang melaju kencang.
Mereka adalah para "penyapu koin", sebuah fenomena musiman yang kini bertransformasi menjadi anomali keselamatan jalan raya paling berisiko di tanah jawa.
Magnet Mistis di Jalur Mudik
Bagi para pencari receh ini, Jembatan Sewo bukan sekadar infrastruktur penghubung.
Ada narasi mistis tentang sosok "Saedah-Saeni" yang melegenda, memicu tradisi melempar uang sebagai simbol "izin melintas" atau buang sial.
Namun, bagi kami tim peliput arus balik Lebaran 2026 di lapangan, esensi mistis itu kini bersalin rupa menjadi realitas ekonomi yang getir.
Data lapangan menunjukkan bahwa jumlah penyapu koin bisa melonjak hingga tiga kali lipat saat puncak arus mudik maupun arus balik lebaran mencapai ratusan orang yang memenuhi bahu jalan sepanjang hampir satu kilometer.
Pendapatan mereka pun menggiurkan; dalam sehari, seorang penyapu bisa mengumpulkan Rp50.000 hingga Rp200.000 perhari, jumlah yang signifikan bagi warga agraris di sekitarnya.
Ancaman Nyata di Balik Debu
Namun, "berkah" ini menuntut tumbal keselamatan.
Berdasarkan catatan evaluasi Operasi Ketupat di tahun-tahun sebelumnya, keberadaan penyapu koin menjadi salah satu penyebab utama pelambatan arus ( bottleneck) di titik Sewo.
Pengemudi yang tiba-tiba mengerem untuk melempar uang sering kali memicu tabrakan beruntun di tengah kepadatan volume kendaraan yang mencapai ribuan unit per jam.
Meski Kepolisian Resor Indramayu telah menyiagakan pos pantau dan melakukan penertiban persuasif, magnet ekonomi Jembatan Sewo terbukti lebih kuat dari rasa takut akan maut.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di sekitar Jembatan Sewo Sukra terpantau lebih tertib dan arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Cirebon maupun sebaliknya berjalan dengan lancar.
Sementara itu, pada laman resminya Humas Polres Indramayu juga mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan.
Melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110.
Namun, Para penyapu tetap bergeming, menanti lemparan logam di sela-sela roda bus dan truk logistik yang menderu.
Di sinilah letak ironinya, di jalur yang dirancang untuk kecepatan dan efisiensi menuju kampung halaman, waktu seolah berhenti di Jembatan Sewo, memaksa modernitas tunduk pada sisa-sisa tradisi yang kini bertaruh nyawa.(*)


