Urgensi, Indonesia Siap Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Ketegangan Iran-AS-Israel
Karawang : Pemerintah Indonesia bergerak cepat merespons meningkatnya ketegangan konflik Iran vs Amerika Serikat dan Israel. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran. (9/3/26).
Sugiono mengungkapkan bahwa dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi jika ada warga Indonesia yang membutuhkan.
“Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk segera melakukan evakuasi jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” ujar Sugiono dikutip, pekan lalu, Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran telah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi, dengan proses evakuasi melalui Kota Baku di Azerbaijan.
Menlu menegaskan, “Evakuasi dari Teheran itu mereka harus dibawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat.”
Sugiono menjelaskan bahwa tidak semua WNI di wilayah terdampak konflik memilih untuk meninggalkan Iran. Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga, namun bagi mereka yang ingin kembali ke Tanah Air, proses evakuasi akan difasilitasi secara bertahap dan memperhatikan situasi keamanan di lapangan. Ia menambahkan, “Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi ada beberapa yang bersedia dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut.”
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi yang dinamis ini. Pemerintah terus memantau perkembangan terbaru dan menegaskan bahwa evakuasi akan dilakukan secara bertahap, bergantung pada kondisi keamanan di lapangan. Sugiono juga mengakui bahwa situasi ke depan masih sulit diprediksi dan menegaskan arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah siap menghadapi segala kemungkinan.
Dalam upaya diplomasi, Sugiono mengungkapkan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Luar Negeri Iran. Dalam percakapan tersebut, Iran menyampaikan posisi mereka terkait perkembangan terakhir. Indonesia menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan sebelumnya yang menyebabkan peningkatan eskalasi. Pemerintah juga menegaskan kembali prinsip menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara.
Selain itu, Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mediator guna membantu meredakan ketegangan di kawasan. “Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut,” ujar Sugiono. Di tengah ketidakpastian situasi, keselamatan WNI tetap menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia.(*)


