AS Sita Kapal Kargo Iran di Teluk
Washington : Ketegangan Meningkat Jelang Perundingan Damai di Pakistan Saat Blokade AS Berlanjut
![]() |
| Komando Pusat AS (CENTCOM) merilis video pencegatan terhadap apa yang disebutnya sebagai kapal kargo berbendera Iran (Foto: Komando Pusat AS/X) |
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa Angkatan Laut AS telah mencegat dan menguasai sebuah kapal kargo berbendera Iran, Touska, di perairan Teluk.
Insiden ini menandai eskalasi serius di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik bersenjata yang telah mengguncang kawasan selama lima pekan terakhir.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa kapal sepanjang 274 meter tersebut dihentikan paksa setelah mengabaikan peringatan untuk berhenti.
"Kapal itu mencoba melewati blokade angkatan laut kami, dan itu tidak berakhir baik bagi mereka," tulis Trump Minggu 19 April 2026.
Ia menambahkan bahwa kapal perang AS terpaksa melepaskan tembakan ke arah ruang mesin kapal tersebut.
"Kapal Touska berada dalam sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegal. Kami telah mengamankan kapal tersebut sepenuhnya."
Blokade dan Gagalnya Diplomasi
Langkah agresif ini bertepatan dengan rencana kunjungan Wakil Presiden AS, JD Vance, ke Pakistan untuk memimpin putaran kedua negosiasi damai.
Namun, prospek dialog tersebut kini membayangi ketidakpastian. Media pemerintah Iran, IRNA, membantah laporan mengenai kesepakatan untuk bertemu kembali, seraya menegaskan bahwa Teheran tidak akan berpartisipasi selama blokade laut AS masih diberlakukan.
Kementerian Pertahanan AS (CENTCOM) turut merilis rekaman video yang menunjukkan detik-detik pencegatan tersebut, di mana terlihat tembakan senjata yang diarahkan ke kapal kargo tersebut untuk memaksa penghentian operasional.
Konflik yang bermula dari serangan udara AS dan Israel pada 28 Februari lalu ini telah melumpuhkan Selat Hormuz, jalur vital yang memasok sekitar 20% minyak dan gas alam cair (LNG) dunia. Penutupan jalur ini telah memicu lonjakan harga energi global secara signifikan.
Presiden Trump menegaskan bahwa blokade akan terus berlanjut hingga kesepakatan damai tercapai. Ia bahkan melontarkan ancaman keras melalui media sosial:
"Jika mereka tidak menerima KESEPAKATAN tersebut, akan menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan apa yang harus dilakukan," tulis Trump, seraya mengancam akan menghancurkan setiap jembatan dan pembangkit listrik di Iran jika perdamaian gagal disepakati.
Saling Klaim Pelanggaran Gencatan Senjata
Di sisi lain, Iran menuduh AS telah melanggar ketentuan gencatan senjata sementara melalui blokade tersebut.
Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan bahwa mereka telah memaksa dua kapal tanker berbendera Botswana dan Angola untuk berputar balik di Selat Hormuz pada hari Sabtu sebagai bentuk penegasan kedaulatan.
Sementara itu, Trump menuduh Iran melakukan provokasi dengan menyerang kapal-kapal internasional, termasuk kapal milik Prancis dan Inggris.
Perusahaan pelayaran Prancis, CMA CGM, mengonfirmasi kepada kantor berita AFP bahwa salah satu kapal mereka memang menjadi sasaran tembakan peringatan.
Hingga saat ini, ibu kota Pakistan, Islamabad, tetap bersiaga untuk memfasilitasi pembicaraan meskipun ketegangan di laut terus memanas.
Gencatan senjata yang berlaku saat ini dijadwalkan berakhir pada hari Rabu, menyisakan ruang waktu yang sangat sempit bagi para diplomat untuk mencegah konfrontasi yang lebih luas.(*)
