Geger Balita Tewas di Pejaten Cibuaya, Diduga Dianiaya Pacar Ibunya
Karawang : Warga digegerkan dengan meninggalnya seorang balita berinisial AL (1,5 tahun) di Desa Pejaten, Kecamatan Cibuaya, Karawang, Selasa malam (14 April 2026).
Kematian AL menyisakan duka sekaligus tanda tanya di kalangan tetangga, setelah sejumlah warga mengaku kerap melihat kondisi fisik korban yang memprihatinkan setiap kali pulang dari bermain bersama pacar ibunya.(16/4/26).
Rosmiati, tetangga korban, menuturkan bahwa sebelum kejadian, AL dikenal sebagai anak yang tenang, aktif, dan ceria. Pada hari kejadian, AL sempat bermain bersama ibunya di rumah sebelum akhirnya dibawa pergi oleh pacar sang ibu.
"Awalnya anaknya tenang, tidak menangis. Tapi setiap kali pulang setelah dibawa pacar ibunya, sering menangis,” ujar Rosmiati.
Menurutnya, bukan hanya perubahan perilaku yang terlihat. Beberapa kali warga mendapati tubuh AL dalam kondisi memar. Bahkan, pernah terlihat bekas gigit4lan di tubuh balita tersebut. Saat ditanya, ibu korban selalu menyampaikan bahwa anaknya hanya terjatuh saat bermain.
Rosmiati juga menyebut, AL kerap diajak bermain ke bengkel milik pacar ibunya.
"Sering dibawa ke bengkel. Pulangnya badannya ada mamar. Pernah juga ada bekas seperti digigit," katanya.
Pada hari naas tersebut, kondisi AL disebut sangat memprihatinkan. Tubuhnya dipenuhi luka, memar, serta membiru di beberapa bagian. Warga juga melihat adanya cairan keluar dari mulut korban.
AL sempat dibawa ke sebuah klinik oleh pacar ibunya, namun karena keterbatasan penanganan, korban kemudian dirujuk ke rumah sakit. Sayangnya, nyawa balita tersebut tidak berhasil diselamatkan.
Warga sekitar juga menilai sosok pacar ibu AL yang kini berstatus terduga pelaku berinisial R dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan. Ia disebut datang dan pergi tanpa banyak berkomunikasi dengan tetangga sekitar. Hubungan keduanya diketahui telah berlangsung sekitar delapan bulan.
Sementara itu, ibu AL diketahui tidak bekerja dan sehari-hari berada di rumah untuk menjaga anaknya.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian warga yang berharap ada penelusuran lebih lanjut terkait penyebab kematian AL, mengingat sejumlah tanda pada tubuh korban yang dinilai tidak wajar.
Kabar ini diturunkan belum ada keterangan resmi atas peristiwa dari aparat desa ataupun pihak berwenang (*)
