Harga Kedelai Impor Naik, Perajin Tahu Perkecil Ukuran Produksi
Kuningan: Harga kedelai impor di Kabupaten Kuningan terus mengalami kenaikan pasca Lebaran. Kondisi ini diduga dipengaruhi situasi global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berdampak pada harga kedelai di pasaran.
Kenaikan harga tersebut dirasakan langsung oleh para perajin tahu di Desa Kramatmulya. Saat ini, harga kedelai mencapai Rp10.800 per kilogram, naik dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per kilogram.
Untuk mengantisipasi kerugian, para perajin terpaksa memperkecil ukuran tahu. Sebagian bahkan sempat menaikkan harga jual, namun langkah tersebut mendapat keluhan dari konsumen.
Dampak lainnya, kapasitas produksi juga menurun. Jika sebelumnya perajin mampu mengolah hingga 70 kilogram kedelai per hari, kini hanya sekitar 50 kilogram. Penurunan produksi ini turut berdampak pada omzet yang menurun.
Salah seorang perajin tahu, Dede Suherman, mengaku kesulitan menjaga pendapatan di tengah kenaikan harga bahan baku.
“Imbasnya pemasukan berkurang. Untuk antisipasi, ukuran tahu diperkecil. Sempat dinaikkan harganya, tapi banyak yang komplain,” ujarnya.
Para perajin berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga kedelai. Jika kondisi ini terus berlanjut, usaha tahu dikhawatirkan sulit bertahan.(*)
