Panglima TNI Instruksikan Siaga Tinggi di Lebanon
Jakarta: Jenderal Agus Subiyanto Perintahkan Prajurit UNIFIL Masuk Bunker demi Keselamatan
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menginstruksikan penguatan pengamanan internal bagi seluruh prajurit yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL).
Perintah tegas ini dikeluarkan menyusul eskalasi militer yang kian memanas di wilayah penugasan tersebut.
Dalam sebuah komunikasi daring yang diunggah melalui akun media sosial resminya, Panglima TNI menekankan pentingnya menjaga moril dan keselamatan personel di tengah situasi yang tidak menentu.
Jenderal Agus menginstruksikan agar prajurit membatasi aktivitas luar ruang dan mengutamakan perlindungan di fasilitas perlindungan bawah tanah.
“Tetap laksanakan pengamanan intern, ya, masuk ke bunker-bunker. Tidak ada lagi kegiatan keluar dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat,” tegas Jenderal Agus Subiyanto saat berbicara langsung dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL, sebagaimana dikutip di Instagram @91agussubiyanto, Jumat 3 April 2026.
Menanggapi arahan tersebut, Komandan Satgas Yonmek XXIII-S memastikan bahwa seluruh personel di lapangan dalam kondisi siap siaga dan akan mematuhi protokol keamanan yang telah ditetapkan.
“Siap kami laksanakan, Panglima. Terima kasih atas arahannya,” ujarnya dalam percakapan tersebut.
Duka Mendalam di Sektor Timur
Ketegangan di wilayah Lebanon Selatan dalam beberapa waktu terakhir telah membawa konsekuensi berat bagi kontingen Indonesia. Tercatat delapan prajurit TNI menjadi korban dalam serangkaian insiden, di mana tiga di antaranya gugur saat menjalankan tugas negara.
Berdasarkan laporan resmi, insiden terbaru terjadi ketika Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) sedang melakukan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU).
Ledakan yang mengenai kendaraan taktis dalam konvoi dari UNP 7-2 menuju UNP 7-1 tersebut mengakibatkan gugurnya Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.
Selain itu, dua prajurit lainnya, Lettu Inf Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto, dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan medis intensif di Rumah Sakit St. George, Beirut.
Insiden fatal ini menyusul peristiwa sebelumnya yang merenggut nyawa Praka Farizal Rhomadhon, serta menyebabkan luka pada tiga prajurit lainnya akibat serangan di wilayah tersebut pada akhir Maret lalu.
Evakuasi dan Investigasi
Pihak TNI mengonfirmasi bahwa proses repatriasi jenazah ketiga syuhada bangsa Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon sedang berlangsung. Ketiganya dijadwalkan tiba di tanah air pada Sabtu 4 April 2026.
Menyikapi situasi ini, TNI terus berkoordinasi dengan otoritas UNIFIL yang saat ini tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti serta detail teknis serangan tersebut.
"TNI terus memonitor perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah kontijensi dihadapkan pada dinamika di Daerah Misi Lebanon," jelas pihak TNI melalui keterangan resminya.
Meskipun risiko meningkat, komitmen Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia tetap berjalan dengan prioritas utama pada keselamatan personel sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.(*)
